Peribahasa Indonesia memiliki banyak ungkapan yang menggunakan kata-kata sederhana untuk menyampaikan nasihat, pengalaman, perbandingan, dan gambaran tentang kehidupan. Salah satu kelompok yang cukup banyak adalah peribahasa awalan B.
Artikel ini secara khusus mengumpulkan peribahasa Batu, Bayang-Bayang, Beban, Belajar, Belalang, Belukar, dan Belum beserta artinya. Kumpulan ini merupakan bagian dari rangkaian peribahasa Indonesia dan artinya lengkap yang dibagi berdasarkan kelompok kata agar lebih mudah dibaca dan ditemukan.
Peribahasa Batu dan Artinya
Berikut beberapa peribahasa yang diawali atau berkaitan dengan kata batu beserta maknanya.
Batu bulat tak bersanding
Orang yang berani kepada siapa saja.
Batu di pulau tiada berkajang
Langan mengerjakan pekerjaan yang sia-sia, yang kecil kemungkinan untuk berhasil.
Batu hidam tak bersanding
Orang yang halus budi pekertinya, tetapi keras pendiriannya.
Batu kecil berguling naik, batu bestir berguling turun
Orang hina menjadi mulia karena harta, orang mulia menjadi hina karena harta pula.
Batu yang keras air pelekuknya, hati yang keras lidah pelembutnya
Orang yang keras hati hanya dapat dibujuk dengan kata-kata yang lembut.
Batu yang selalu bergolek di sungai tidak dihinggapi lumut
Orang yang selalu bertambah ilmu pengetahuannya tidak dapat diperdayai orang lain; orang yang berpindah-pindah mata pencahariannya tidak akan kaya.
Batu pun empuk, jangankan hati manusia
Perkataan yang lemah lembut dapat memikat hati.
Peribahasa Bayang-Bayang dan Artinya
Kelompok berikut berisi peribahasa yang menggunakan kata bayang-bayang untuk menggambarkan harapan, kemampuan, kewenangan, dan keadaan seseorang.
Bayang-bayang disangka tubuh
Mengharapkan sesuatu yang belum tentu.
Bayang-bayang sepanjang badan
Belanja/pengeluaran hendaklah sesuai dengan keadaan dan kemampuannya.
Bayang-bayang sepanjang tubuh, selimut sepanjang badan
Bijaksana dalam memberi perintah, sesuai dengan yang diperintahkan.
Bayang-bayang tidak sepanjang badan
Berbuat sesuatu melebihi wewenangnya.
Peribahasa Bau dan Artinya
Beberapa peribahasa berikut menggunakan kata yang berkaitan dengan bau untuk menggambarkan keadaan atau sesuatu yang diketahui dan dirasakan.
Baunya bagai malaikat terhempas
Sangat wangi sekali.
Bau busuk tidak berbangkai
Fitnah yang tidak terbukti kebenarannya.
Baunya setahun pelayaran
Bau amat buruk.
Peribahasa Beban dan Artinya
Peribahasa tentang beban banyak menggambarkan tanggung jawab, kesulitan, pengeluaran, dan keadaan hidup yang harus ditanggung seseorang.
Beban berat, senggulung batu
Pekerjaan/tanggungan cukup berat namun orang yang membantu ternyata malas/bodoh-bodoh semua.
Beban seng gulung dari bahu
Besar belanja daripada pendapatan.
Beban sudah di pintu
Wanita yang sudah patut memiliki suami.
Beban tak lepas dari bahu
Tanggung jawab yang tak bisa dielakkan lagi.
Peribahasa Batang dan Bekas
Selain kelompok batu, bayang-bayang, dan beban, terdapat pula beberapa peribahasa lain pada rentang huruf B berikut.
Batang kayu hutan tak sama tinggi, sedangkan kayu di rimba di tinggi rendah
Nasib seseorang tidaklah sama walaupun bersaudara.
Bekas tertarung lagi terkenang apa pula hubungan nyawa
Sesuatu yang dirindukan tak pernah dilupakan.
Peribahasa Belajar dan Artinya
Peribahasa yang menggunakan kata belajar mengandung pesan tentang pentingnya memperoleh ilmu dari orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan.
Belajar di yang pintar, berguru di yang pandai
Tuntutlah ilmu dari sumber yang tepat.
Peribahasa Belalang dan Artinya
Berikut peribahasa yang menggunakan kata belalang beserta artinya.
Belalang dapat menuai
Sesuatu yang mudah sekali didapat sehingga menjadi tidak berharga.
Belalang hendak jadi elang
Orang yang bodoh bertingkah laku seperti orang pandai.
Peribahasa Belukar dan Artinya
Belukar sudah menjadi rimba
Kesalahan yang tidak dapat diperbaiki lagi.
Peribahasa Awalan Belum dan Artinya
Kata belum juga muncul dalam sejumlah peribahasa yang menggambarkan tindakan terlalu dini, ketidaksiapan, atau keadaan yang belum tercapai.
Belum beranak sudah ditimang
Sudah bersenang-senang terlebih dahulu sebelum mencapai tujuan.
Belum bergigi hendak mengunyah
Belum mempunyai kekuasaan sudah hendak bertindak.
Belum bertaji hendak berkokok
Belum mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup sudah menyombongkan diri.
Belum diajun sudah tertarung
Baru akan mulai melakukan pekerjaan, sudah mendapatkan kemalangan.
Belum dipanjat asap kemenyan
Umur sudah cukup tetapi belum juga menikah.
Belum disuruh sudah pergi, belum dipanggil sudah datang
Perihal seseorang yang memahami suatu isyarat.
Belum duduk belunjur dulu
Sudah senang sebelum tercapai apa yang dikehendaki.
Memahami Makna Peribahasa dalam Kehidupan
Peribahasa tidak selalu dapat dipahami berdasarkan arti kata-kata secara harfiah. Ungkapan seperti bayang-bayang sepanjang badan, misalnya, digunakan untuk menggambarkan pentingnya menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan.
Demikian pula peribahasa yang menggunakan kata batu, beban, belajar, atau belum sering menggunakan benda dan keadaan tertentu sebagai perbandingan untuk menyampaikan pesan tentang kehidupan.
Dengan memahami maknanya secara keseluruhan, peribahasa dapat digunakan secara tepat dalam percakapan, tulisan, tugas sekolah, maupun pembahasan mengenai kekayaan bahasa Indonesia.
Kumpulan Peribahasa Indonesia Lengkap
Artikel ini merupakan salah satu halaman pendukung dari kumpulan besar peribahasa Indonesia dan artinya. Jika Anda ingin melihat daftar yang lebih luas berdasarkan kelompok dan abjad, kunjungi halaman utama berikut:
Peribahasa Indonesia dan Artinya: Kumpulan Lengkap A–Z
Peribahasa Indonesia Awalan B Lainnya
Jika Anda sedang mencari peribahasa awalan B sebelum kelompok Batu hingga Belum, Anda dapat membaca halaman sebelumnya:
Peribahasa “Bagai” dan Artinya: Katak hingga Telur Tanduk
Setelah kumpulan Batu, Bayang-Bayang, Beban, dan Belum ini, rangkaian berikutnya melanjutkan daftar peribahasa dari kelompok Belum, Benih, Beraja, Berakal, Berani, Berakit, Beranak, Berat, dan seterusnya.
Lanjut ke Peribahasa Indonesia Bagian Berikutnya
Kesimpulan
Kumpulan peribahasa Batu, Bayang-Bayang, Beban, Belajar, Belalang, Belukar, dan Belum beserta artinya merupakan bagian dari rangkaian peribahasa Indonesia awalan B. Setiap ungkapan memiliki makna kiasan yang dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan, nasihat, pengalaman, maupun perilaku dalam kehidupan.
Untuk menemukan kelompok peribahasa lainnya, gunakan halaman utama Peribahasa Indonesia dan Artinya: Kumpulan Lengkap A–Z sebagai titik awal penelusuran.