Peribahasa Awalan Ada dan Adat Beserta Artinya

Peribahasa awalan Ada dan Adat merupakan bagian dari kumpulan peribahasa Indonesia yang banyak digunakan untuk menggambarkan keadaan, sifat manusia, hubungan antarsesama, hingga nasihat dalam kehidupan. Ungkapan-ungkapan ini memiliki makna tertentu yang tidak selalu sama dengan arti kata-katanya secara harfiah.

Berikut adalah kumpulan peribahasa yang diawali kata Ada dan Adat beserta artinya. Daftar ini menjadi bagian dari rangkaian kumpulan peribahasa Indonesia dan artinya lengkap yang disusun berdasarkan kelompok kata awal.

Peribahasa Awalan "Ada" dan Artinya

Kata Ada muncul dalam berbagai peribahasa yang menggambarkan hubungan sebab-akibat, rezeki, kebersamaan, balasan perbuatan, serta keadaan dalam kehidupan.

Ada beras turuh padi

Artinya: Rahasia hendaklah disimpan baik-baik.

Ada air ada ikan

Artinya: Di mana pun seseorang berusaha, tentu ada rezeki.

Ada asap ada api

Artinya: Sesuatu yang terjadi atau menjadi pembicaraan biasanya memiliki sebab. Perkara yang sulit disembunyikan pada akhirnya dapat diketahui orang lain.

Ada batang cendawan tumbuh

Artinya: Di mana kita berada, di situ ada rezeki.

Ada bunga ada lebah

Artinya: Suatu tempat yang mendatangkan rezeki biasanya akan didatangi oleh banyak orang.

Ada gula ada semut

Artinya: Orang yang kaya atau memiliki banyak harta biasanya banyak didatangi orang.

Ada padang ada belalang

Artinya: Di mana pun kita berada, niscaya ada rezeki.

Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan

Artinya: Segala kesusahan dan kesenangan hendaknya ditanggung bersama.

Ada uang abang sayang, tak ada uang abang melayang

Artinya: Kasih sayang seseorang dapat berubah ketika keadaan ekonomi atau keuntungan yang diharapkan berubah.

Ada uang ada barang

Artinya: Dengan memiliki uang, seseorang dapat memperoleh barang yang dibutuhkan atau diinginkannya.

Ada ubi ada talas, ada budi ada balas

Artinya: Setiap perbuatan baik akan memperoleh balasan yang sesuai. Ungkapan ini juga mengingatkan bahwa suatu kebaikan belum tentu dilakukan tanpa maksud tertentu.

Ada udang di balik batu

Artinya: Seseorang yang terlihat berbuat baik belum tentu memiliki niat yang sepenuhnya tulus karena mungkin terdapat maksud tertentu yang tersembunyi.

Peribahasa Awalan "Adakah" dan Artinya

Selain peribahasa yang diawali kata Ada, terdapat pula beberapa ungkapan yang menggunakan kata Adakah.

Adakah buaya menolak bangkai?

Artinya: Orang yang memiliki sifat jahat cenderung melakukan perbuatan jahat.

Adakah dari telaga yang jernih mengalir air yang keruh?

Artinya: Orang yang memiliki sifat baik semestinya menghasilkan perkataan dan perbuatan yang baik pula.

Adakah duri dipertajam?

Artinya: Sesuatu yang sudah menyusahkan atau membahayakan tidak seharusnya dibuat semakin tajam atau semakin buruk.

Adakah ada orang yang menolong untuk memperkuat musuh?

Artinya: Orang pada umumnya tidak akan dengan sengaja memberikan pertolongan yang justru membuat pihak yang menjadi lawannya semakin kuat.

Peribahasa Awalan "Adapun" dan Artinya

Adapun manikam itu jikalau jatuh ke dalam lumpur sekalipun, niscaya tiada akan hilang cahayanya

Artinya: Orang yang memiliki sifat dan budi pekerti baik akan tetap menunjukkan kebaikannya meskipun berada dalam keadaan sulit atau lingkungan yang kurang baik.

Peribahasa Awalan "Adat" dan Artinya

Peribahasa yang diawali kata Adat banyak berkaitan dengan kebiasaan, tabiat, aturan kehidupan, hubungan sosial, serta nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Adat air cair, adat api panas

Artinya: Setiap sesuatu memiliki sifat atau tabiat sebagaimana keadaannya.

Adat ayam ke lesung, adat itik ke pelimbahan

Artinya: Kebiasaan atau tabiat yang telah turun-temurun biasanya sulit untuk diubah.

Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah

Artinya: Perbuatan dan pekerjaan hendaknya mengikuti aturan adat dan agama serta tidak bertentangan satu sama lain.

Adat diisi lembaga dituang

Artinya: Mengerjakan sesuatu hendaknya mengikuti kebiasaan atau aturan yang telah berlaku.

Adat dunia balas-membalas, syariat palu-memalu

Artinya: Kebaikan hendaknya dibalas dengan kebaikan, sedangkan kejahatan akan memperoleh balasan yang sesuai.

Adat gajah terdorong

Artinya: Orang yang memiliki kekuasaan terkadang dapat menyalahgunakan kekuasaannya.

Adat hidup tolong-menolong, syariat palu-memalu

Artinya: Dalam kehidupan sehari-hari, manusia hendaknya saling membantu dan menolong.

Makna yang Banyak Ditemukan dalam Peribahasa Awalan Ada dan Adat

Jika diperhatikan, peribahasa dalam kelompok ini memiliki beberapa tema yang berulang. Di antaranya adalah rezeki, sebab dan akibat, kebersamaan, niat seseorang, kebiasaan, kekuasaan, aturan, dan hubungan sosial.

Pengelompokan berdasarkan kata awal membuat pencarian arti peribahasa menjadi lebih mudah. Pembaca yang sedang mencari peribahasa dengan awalan tertentu dapat langsung menuju kelompok yang sesuai tanpa harus membaca seluruh daftar peribahasa Indonesia.

Kesimpulan

Peribahasa awalan Ada dan Adat memiliki beragam makna yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya membahas rezeki dan sebab-akibat, sementara lainnya memberikan nasihat mengenai kebiasaan, hubungan sosial, aturan, dan kehidupan bersama.

Artikel ini merupakan salah satu bagian dari kumpulan peribahasa Indonesia dan artinya. Untuk melanjutkan ke kelompok peribahasa berikutnya, Anda dapat membaca peribahasa pada Bagian 2.

Baca juga: Kumpulan peribahasa berikutnya beserta artinya.