Cara menghitung IMT atau BMI sebenarnya cukup sederhana. Anda hanya perlu mengetahui berat badan dalam kilogram dan tinggi badan dalam meter, kemudian memasukkannya ke dalam rumus Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil perhitungan tersebut dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk menilai status berat badan orang dewasa.
Namun, angka IMT tidak boleh ditafsirkan secara berlebihan. IMT merupakan indikator berdasarkan perbandingan berat dan tinggi badan, bukan pengukuran langsung jumlah lemak tubuh. Karena itu, hasil IMT perlu dipahami bersama kondisi tubuh dan faktor kesehatan lainnya.
Artikel ini membahas rumus IMT, cara menghitung BMI, contoh perhitungan, kategori IMT, batas IMT yang berkaitan dengan obesitas, serta keterbatasan penggunaan IMT.
Apa Itu IMT atau BMI?
IMT adalah singkatan dari Indeks Massa Tubuh, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut Body Mass Index atau BMI.
IMT merupakan indeks yang menggunakan berat badan dan tinggi badan untuk memberikan gambaran mengenai status berat badan seseorang. WHO menggunakan BMI sebagai salah satu ukuran yang umum untuk mengklasifikasikan overweight dan obesitas pada orang dewasa.
Secara sederhana, IMT membantu menjawab pertanyaan seperti: apakah berat badan seseorang berada dalam rentang yang dianggap normal, overweight, atau obesitas berdasarkan batas yang digunakan?
Untuk memahami istilah obesitas secara lebih lengkap, Anda dapat membaca pengertian obesitas, penyebab, ciri, jenis dan cara mengukurnya.
Rumus Menghitung IMT
Rumus IMT atau BMI adalah:
IMT = berat badan (kg) ÷ [tinggi badan (m) × tinggi badan (m)]
Dengan kata lain, berat badan dalam kilogram dibagi dengan tinggi badan dalam meter yang dikuadratkan.
Hasil perhitungan biasanya dinyatakan dalam satuan kg/m².
Cara Menghitung IMT dengan Benar
Untuk menghitung IMT orang dewasa, ikuti beberapa langkah berikut.
1. Ukur berat badan
Catat berat badan dalam satuan kilogram (kg). Sebagai contoh, berat badan seseorang adalah 70 kg.
2. Ukur tinggi badan
Catat tinggi badan dalam satuan meter. Jika tinggi badan masih dalam sentimeter, ubah terlebih dahulu ke meter.
Contohnya, tinggi badan 170 cm sama dengan 1,70 meter.
3. Masukkan ke dalam rumus
Jika berat badan 70 kg dan tinggi badan 1,70 meter, perhitungannya adalah:
IMT = 70 ÷ (1,70 × 1,70)
IMT = 70 ÷ 2,89
IMT = 24,2 kg/m²
Jadi, seseorang dengan berat badan 70 kg dan tinggi badan 1,70 meter memiliki IMT sekitar 24,2 kg/m².
Contoh Cara Menghitung BMI
Berikut beberapa contoh sederhana agar cara menghitung BMI lebih mudah dipahami.
Contoh 1: Berat 60 kg, tinggi 160 cm
Ubah tinggi badan terlebih dahulu:
160 cm = 1,60 m
Kemudian:
IMT = 60 ÷ (1,60 × 1,60)
IMT = 60 ÷ 2,56
IMT = 23,4 kg/m²
Hasil IMT adalah sekitar 23,4 kg/m².
Contoh 2: Berat 80 kg, tinggi 170 cm
Tinggi 170 cm sama dengan 1,70 meter.
IMT = 80 ÷ (1,70 × 1,70)
IMT = 80 ÷ 2,89
IMT = 27,7 kg/m²
Hasilnya sekitar 27,7 kg/m².
Contoh 3: Berat 95 kg, tinggi 175 cm
Tinggi 175 cm sama dengan 1,75 meter.
IMT = 95 ÷ (1,75 × 1,75)
IMT = 95 ÷ 3,0625
IMT = 31,0 kg/m²
Hasilnya sekitar 31,0 kg/m².
Bagaimana Cara Membaca Hasil IMT?
Hasil IMT perlu dibandingkan dengan klasifikasi yang digunakan. WHO menggunakan batas yang berbeda untuk overweight dan obesitas pada orang dewasa dibandingkan dengan batas operasional yang digunakan dalam survei kesehatan Indonesia.
Menurut WHO, pada orang dewasa:
- IMT kurang dari 18,5 berada pada kategori underweight atau berat badan kurang.
- IMT 18,5 sampai kurang dari 25 berada pada rentang berat badan normal.
- IMT 25 atau lebih termasuk overweight.
- IMT 30 atau lebih termasuk obesitas.
WHO menggunakan BMI ≥25 sebagai batas overweight dan BMI ≥30 sebagai batas obesitas pada orang dewasa.
Bagaimana Kategori IMT dalam Konteks Indonesia?
Ketika membaca informasi mengenai IMT di Indonesia, Anda mungkin menemukan batas yang berbeda dari klasifikasi WHO.
Dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, status gizi penduduk dewasa berusia lebih dari 18 tahun menggunakan batas operasional berikut:
| Kategori | IMT |
|---|---|
| Wasting | < 18,5 |
| Normal | 18,5 – < 25,0 |
| Overweight | 25,0 – < 27,0 |
| Obesitas | ≥ 27,0 |
Artinya, seseorang dapat menemukan istilah obesitas pada IMT ≥27 ketika menggunakan klasifikasi operasional SKI 2023, sementara WHO menggunakan IMT ≥30 sebagai batas obesitas dewasa secara global. Keduanya tidak perlu dianggap sebagai kesalahan, karena digunakan dalam konteks dan tujuan yang berbeda.
Penting: Jangan langsung menyimpulkan kondisi kesehatan hanya berdasarkan satu angka IMT. Perhatikan pedoman yang digunakan dan, bila memiliki kekhawatiran mengenai berat badan atau kesehatan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Apakah IMT Sama dengan Jumlah Lemak Tubuh?
Tidak. IMT merupakan indikator berdasarkan berat dan tinggi badan, bukan pengukuran langsung persentase lemak tubuh.
Dua orang dapat mempunyai nilai IMT yang sama tetapi memiliki komposisi tubuh yang berbeda. Misalnya, seseorang dengan massa otot tinggi dapat mempunyai berat badan yang relatif besar sehingga IMT-nya tinggi, meskipun kondisi tubuhnya berbeda dengan orang lain yang mempunyai jumlah lemak lebih tinggi.
Karena alasan tersebut, WHO menyebut BMI sebagai surrogate marker atau indikator pengganti untuk kegemukan. Pengukuran tambahan, termasuk lingkar perut, dapat membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai obesitas.
Kapan IMT Sebaiknya Dilengkapi dengan Pengukuran Lingkar Perut?
IMT hanya menggunakan berat dan tinggi badan. Sementara itu, lingkar perut memberikan informasi mengenai distribusi lemak di sekitar abdomen.
Dalam SKI 2023, obesitas sentral atau abdominal didefinisikan berdasarkan pengukuran lingkar perut. Batas yang digunakan adalah lebih dari 90 cm pada laki-laki dan lebih dari 80 cm pada perempuan untuk penduduk dewasa usia 15 tahun ke atas.
Jika ingin memahami indikator tersebut secara lebih lengkap, baca artikel obesitas sentral, pengertian, batas lingkar perut dan risikonya.
Apakah IMT Bisa Digunakan untuk Anak?
IMT memang dapat dihitung pada anak dan remaja, tetapi cara menafsirkan hasilnya tidak sama dengan orang dewasa.
Pada anak, usia dan jenis kelamin harus diperhitungkan karena tubuh masih mengalami pertumbuhan. WHO menggunakan pendekatan BMI-for-age untuk menilai overweight dan obesitas pada anak dan remaja usia 5–19 tahun.
Karena itu, tabel kategori IMT orang dewasa tidak boleh digunakan begitu saja untuk menentukan apakah seorang anak mengalami obesitas.
Kelebihan Menggunakan IMT
IMT banyak digunakan karena perhitungannya sederhana dan tidak memerlukan alat khusus selain timbangan dan alat ukur tinggi badan.
Beberapa kelebihannya adalah:
- mudah dihitung;
- menggunakan data berat dan tinggi badan yang relatif mudah diperoleh;
- dapat digunakan untuk skrining status berat badan orang dewasa; dan
- memudahkan perbandingan status berat badan berdasarkan kategori tertentu.
Dalam konteks kesehatan masyarakat, IMT juga berguna untuk melihat pola overweight dan obesitas pada kelompok penduduk.
Keterbatasan IMT
Meskipun praktis, IMT mempunyai keterbatasan. Nilai IMT tidak menunjukkan secara langsung berapa banyak lemak tubuh seseorang atau di mana lemak tersebut terkumpul.
Karena itu, interpretasi IMT perlu dilakukan dengan hati-hati, terutama pada kondisi tertentu seperti orang dengan massa otot yang tinggi.
IMT juga bukan satu-satunya informasi yang digunakan untuk menilai kondisi kesehatan seseorang. Lingkar perut, riwayat kesehatan, kondisi medis, pola hidup, serta pemeriksaan lain dapat menjadi pertimbangan sesuai kebutuhan.
Apakah IMT 25 Termasuk Obesitas?
Menurut klasifikasi WHO untuk orang dewasa, IMT 25 termasuk overweight, bukan obesitas. Obesitas menurut WHO dimulai pada IMT 30.
Namun, dalam konteks SKI 2023 di Indonesia, IMT 25 sampai kurang dari 27 termasuk overweight, sedangkan IMT ≥27 masuk kategori obesitas berdasarkan definisi operasional survei tersebut.
Jadi, jawaban atas pertanyaan tersebut bergantung pada pedoman yang sedang digunakan.
Apakah IMT 30 Pasti Berarti Seseorang Tidak Sehat?
Nilai IMT 30 atau lebih memenuhi batas obesitas menurut klasifikasi WHO untuk orang dewasa, tetapi angka tersebut tidak menggambarkan seluruh kondisi kesehatan seseorang.
Penilaian kesehatan tidak sebaiknya didasarkan pada satu angka saja. Faktor seperti distribusi lemak, kondisi medis, kebugaran, pola hidup, dan hasil pemeriksaan lainnya dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung IMT
Beberapa kesalahan sederhana dapat membuat hasil perhitungan IMT menjadi tidak tepat.
Menggunakan tinggi dalam sentimeter tanpa mengubahnya
Rumus IMT menggunakan tinggi badan dalam meter. Jadi, tinggi 170 cm harus ditulis sebagai 1,70 meter.
Tidak mengkuadratkan tinggi badan
Rumus IMT bukan berat badan dibagi tinggi badan. Tinggi badan harus dikalikan dengan dirinya sendiri terlebih dahulu.
Membulatkan terlalu awal
Sebaiknya gunakan angka tinggi badan yang cukup presisi selama proses perhitungan dan lakukan pembulatan pada hasil akhir.
Menganggap hasil IMT sebagai diagnosis
IMT merupakan indikator, bukan pengganti pemeriksaan medis secara menyeluruh. Hasil yang mengkhawatirkan sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan.
Hubungan IMT dengan Overweight dan Obesitas
IMT sering digunakan untuk membantu mengelompokkan status berat badan. Karena itu, memahami IMT juga membantu membedakan antara overweight dan obesitas.
Jika Anda masih bingung mengenai kedua istilah tersebut, baca artikel perbedaan overweight dan obesitas serta cara mengukurnya.
Kesimpulan
Cara menghitung IMT dilakukan dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter. Rumusnya adalah IMT = berat badan (kg) ÷ [tinggi badan (m) × tinggi badan (m)].
IMT dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk menilai status berat badan orang dewasa. WHO menggunakan IMT ≥25 sebagai batas overweight dan IMT ≥30 sebagai batas obesitas pada orang dewasa. Sementara itu, SKI 2023 menggunakan IMT ≥27 sebagai batas operasional obesitas untuk penduduk dewasa di Indonesia.
Perbedaan batas tersebut perlu dipahami agar hasil perhitungan tidak ditafsirkan secara keliru. Selain IMT, pengukuran lingkar perut dan faktor kesehatan lainnya dapat membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap.
FAQ tentang Cara Menghitung IMT
Apa rumus menghitung IMT?
Rumus IMT adalah berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter yang dikuadratkan. Rumusnya adalah IMT = berat badan (kg) ÷ [tinggi badan (m) × tinggi badan (m)].
Bagaimana cara menghitung BMI dari berat dan tinggi badan?
Ubah tinggi badan menjadi meter, kalikan tinggi tersebut dengan dirinya sendiri, kemudian bagi berat badan dalam kilogram dengan hasil perkalian tersebut.
Apakah BMI dan IMT sama?
Ya. BMI adalah singkatan dari Body Mass Index, sedangkan IMT adalah singkatan dari Indeks Massa Tubuh. Keduanya merujuk pada indeks yang sama.
Berapa IMT yang termasuk obesitas?
WHO menggunakan IMT atau BMI ≥30 untuk mendefinisikan obesitas pada orang dewasa. Di Indonesia, SKI 2023 menggunakan IMT ≥27 sebagai batas operasional obesitas pada penduduk berusia lebih dari 18 tahun.
Apakah IMT bisa digunakan untuk anak?
IMT dapat dihitung pada anak, tetapi interpretasinya berbeda dari orang dewasa. Usia dan jenis kelamin harus diperhitungkan, dan WHO menggunakan BMI-for-age untuk anak dan remaja.
Apakah IMT cukup untuk mengetahui seseorang mengalami obesitas?
IMT merupakan salah satu indikator, tetapi bukan pengukuran langsung lemak tubuh. Penilaian dapat dilengkapi dengan lingkar perut dan informasi kesehatan lainnya.
Catatan kesehatan: Artikel ini disediakan untuk tujuan informasi umum. Hasil perhitungan IMT tidak menggantikan diagnosis atau pemeriksaan tenaga kesehatan. Jika memiliki kekhawatiran mengenai berat badan atau kondisi kesehatan, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan yang kompeten.
Sumber Referensi
- World Health Organization (WHO), Obesity and overweight.
- World Health Organization (WHO), Body mass index among adults.
- Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Hasil Utama Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.