Membuat tato tidak selalu berarti seseorang tidak dapat menjadi pendonor darah. Namun, setelah membuat tato, biasanya calon pendonor perlu menunggu selama periode tertentu sebelum kembali melakukan donor darah.
Lalu, kapan boleh donor darah setelah membuat tato?
Masa tunggu setelah tato dapat berbeda berdasarkan ketentuan unit donor darah atau layanan transfusi yang berlaku. UTD PMI DKI Jakarta, misalnya, mencantumkan masa penundaan 4–6 bulan setelah tato, tindik, tusuk jarum, dan transplantasi. Sementara itu, FAQ donor darah pada situs PMI mencantumkan masa penundaan 1 tahun untuk kondisi tersebut.
Karena terdapat perbedaan ketentuan, calon pendonor sebaiknya memastikan aturan terbaru kepada UDD atau PMI tempat akan melakukan donor.
Mengapa Harus Menunggu Setelah Membuat Tato?
Tato melibatkan penggunaan jarum yang menembus kulit dan memasukkan tinta ke lapisan kulit. Prosedur tersebut membuat kulit mengalami luka dan membutuhkan waktu untuk pulih.
Selain proses penyembuhan kulit, tato juga menjadi salah satu kondisi yang diperhatikan dalam proses seleksi calon pendonor karena berkaitan dengan kemungkinan paparan melalui penggunaan jarum atau peralatan yang tidak memenuhi standar keamanan.
Karena alasan tersebut, calon pendonor yang baru membuat tato dapat diminta untuk menunda donor darah selama periode tertentu sebelum diperbolehkan mendonor kembali.
Jadi, larangan tersebut bukan berarti orang yang mempunyai tato selamanya tidak boleh donor darah. Yang perlu diperhatikan adalah kapan tato dibuat, kondisi kesehatan calon pendonor, serta ketentuan yang berlaku di tempat donor darah.
Berapa Lama Setelah Tato Boleh Donor Darah?
Tidak ada satu angka yang dapat digunakan sebagai patokan universal untuk semua layanan donor darah.
Informasi UTD PMI DKI Jakarta menyebutkan bahwa setelah tato, tindik, tusuk jarum, dan transplantasi, donor darah perlu ditunda selama 4–6 bulan.
Namun, FAQ donor darah pada situs PMI mencantumkan masa penundaan 1 tahun setelah tato, tindik, tusuk jarum, dan transplantasi.
Perbedaan informasi tersebut menunjukkan bahwa calon pendonor sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi umum dari internet. Konfirmasi langsung kepada UDD atau PMI yang akan menerima donor merupakan langkah yang lebih tepat untuk mengetahui masa tunggu yang berlaku saat itu.
Contoh Perhitungan Masa Tunggu
Misalnya seseorang membuat tato pada bulan Januari. Jika unit donor darah tempat ia akan mendonor menetapkan masa tunggu tertentu setelah tato, maka donor baru dapat dilakukan setelah masa tersebut terpenuhi.
Namun, tanggal tersebut bukan satu-satunya faktor yang menentukan seseorang dapat mendonor. Petugas donor darah tetap akan melakukan pemeriksaan dan menentukan apakah calon pendonor memenuhi persyaratan pada hari donor.
Apakah Orang yang Sudah Lama Bertato Boleh Donor Darah?
Pada prinsipnya, memiliki tato tidak otomatis membuat seseorang tidak dapat menjadi pendonor darah selamanya.
Yang menjadi perhatian terutama adalah riwayat pembuatan tato dan masa tunggu yang ditetapkan oleh layanan donor darah.
Jika tato sudah dibuat sejak lama dan calon pendonor memenuhi persyaratan donor darah lainnya, ia tetap dapat menjalani proses pemeriksaan sebelum donor.
Keputusan akhir tetap berada pada petugas atau tenaga kesehatan yang melakukan skrining donor.
Untuk pembahasan mengenai alasan tato dapat menyebabkan seseorang harus menunda donor darah, baca juga artikel mengapa orang bertato tidak bisa donor darah.
Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Setelah Membuat Tato?
Selain memperhatikan masa tunggu donor darah, calon pendonor sebaiknya memastikan kondisi tubuh dalam keadaan baik sebelum datang ke tempat donor.
1. Pastikan Kondisi Tubuh Sehat
Jangan memaksakan diri untuk donor apabila sedang mengalami kondisi kesehatan yang membuat tubuh tidak fit.
Persyaratan donor darah dapat mencakup kondisi kesehatan umum dan beberapa kondisi medis tertentu yang menyebabkan seseorang perlu menunda donor.
2. Perhatikan Kondisi Kulit Bekas Tato
Area kulit yang baru ditato masih mengalami proses pemulihan. Jika terdapat masalah pada kulit atau infeksi pada daerah yang akan digunakan untuk proses donor, donor dapat ditunda.
3. Jangan Menentukan Kelayakan Donor Hanya Berdasarkan Usia Tato
Meskipun masa tunggu setelah tato telah terpenuhi, calon pendonor tetap harus memenuhi persyaratan donor lainnya.
Artinya, sudah melewati masa tunggu tato tidak otomatis berarti seseorang pasti dapat donor darah.
4. Ikuti Pemeriksaan Sebelum Donor
Sebelum donor darah, calon pendonor akan melalui proses pemeriksaan untuk menentukan apakah kondisinya memenuhi persyaratan.
Pemeriksaan dapat mencakup kondisi kesehatan umum, tekanan darah, kadar hemoglobin, berat badan, usia, serta kondisi lain sesuai ketentuan layanan donor darah.
Apakah Tato Baru dan Tato Lama Perlakuannya Sama?
Tidak selalu dapat disamakan.
Hal yang penting bukan hanya apakah seseorang memiliki tato, tetapi juga kapan tato dibuat dan bagaimana proses pembuatan tato tersebut dilakukan.
Tato yang baru dibuat masih berkaitan dengan proses penyembuhan dan masa penundaan donor yang ditetapkan oleh layanan darah. Sementara itu, seseorang yang sudah lama memiliki tato dapat tetap menjalani skrining donor apabila telah memenuhi masa tunggu dan persyaratan lainnya.
Karena ketentuan dapat berubah atau berbeda antarunit, informasi terbaru dari tempat donor tetap perlu menjadi acuan.
Bagaimana Jika Tato Dibuat di Studio Profesional?
Penggunaan studio tato yang profesional dan menerapkan prosedur kebersihan merupakan hal penting untuk mengurangi risiko yang berkaitan dengan prosedur tato.
Namun, calon pendonor tidak sebaiknya menganggap bahwa tato yang dibuat di studio profesional otomatis menghilangkan masa tunggu donor darah.
Ketentuan penundaan donor tetap perlu mengikuti kebijakan layanan donor darah yang berlaku.
Dengan kata lain, keamanan proses pembuatan tato dan kelayakan donor darah merupakan dua hal yang berbeda.
Apakah Tindik Juga Bisa Menyebabkan Penundaan Donor Darah?
Ya. Tindik juga termasuk prosedur yang dapat menyebabkan penundaan donor darah.
Tato, tindik, dan prosedur yang menggunakan jarum dapat menjadi pertimbangan dalam proses skrining donor. Masa tunggu mengikuti ketentuan layanan donor darah yang berlaku.
Karena ketentuannya dapat berbeda, calon pendonor sebaiknya memeriksa aturan terbaru sebelum datang ke lokasi donor.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Ingin Donor Setelah Membuat Tato?
Jika Anda baru saja membuat tato dan ingin kembali menjadi pendonor darah, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
- Catat tanggal pembuatan tato.
- Cari tahu ketentuan masa tunggu dari UDD atau PMI tempat Anda akan donor.
- Tunggu sampai masa penundaan yang ditetapkan selesai.
- Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat.
- Perhatikan apakah terdapat masalah atau infeksi pada kulit.
- Datang ke tempat donor untuk menjalani pemeriksaan.
- Ikuti keputusan petugas mengenai kelayakan donor pada hari tersebut.
Langkah tersebut lebih aman daripada menentukan sendiri bahwa seseorang sudah boleh donor hanya berdasarkan jumlah bulan sejak membuat tato.
Kesimpulan
Kapan boleh donor darah setelah membuat tato? Jawabannya bergantung pada ketentuan layanan donor darah yang berlaku.
Informasi UTD PMI DKI Jakarta menyebutkan penundaan 4–6 bulan setelah tato, tindik, atau tusuk jarum, sedangkan FAQ pada situs PMI mencantumkan 1 tahun untuk kondisi tersebut.
Karena terdapat perbedaan ketentuan, calon pendonor sebaiknya menghubungi UDD atau PMI tempat akan melakukan donor untuk memastikan masa tunggu terbaru.
Yang juga penting, terpenuhinya masa tunggu setelah tato belum otomatis membuat seseorang memenuhi syarat donor. Kondisi kesehatan, pemeriksaan sebelum donor, dan persyaratan lain tetap menjadi bagian dari proses seleksi.
Dengan demikian, memiliki tato bukan berarti seseorang tidak dapat donor darah selamanya. Yang perlu diperhatikan adalah masa tunggu setelah tato dan hasil pemeriksaan kelayakan donor pada saat akan menyumbangkan darah.
FAQ
Berapa lama setelah tato boleh donor darah?
Masa tunggu dapat berbeda berdasarkan ketentuan unit donor darah. UTD PMI DKI Jakarta mencantumkan 4–6 bulan, sedangkan FAQ PMI mencantumkan 1 tahun setelah tato, tindik, atau tusuk jarum. Pastikan ketentuan terbaru kepada UDD atau PMI tempat Anda akan donor.
Apakah orang yang memiliki tato masih bisa donor darah?
Memiliki tato tidak otomatis berarti seseorang tidak dapat donor darah selamanya. Setelah masa tunggu terpenuhi, calon pendonor tetap harus menjalani pemeriksaan dan memenuhi persyaratan donor.
Apakah tato baru boleh langsung donor darah?
Umumnya tidak. Tato baru dapat menyebabkan calon pendonor harus menunda donor selama periode tertentu sesuai ketentuan layanan donor darah.
Apakah tindik juga memengaruhi kelayakan donor darah?
Ya. Tindik termasuk salah satu prosedur yang dapat menyebabkan penundaan donor darah. Masa tunggunya mengikuti ketentuan layanan donor yang berlaku.
Apakah setelah masa tunggu selesai pasti boleh donor darah?
Tidak selalu. Calon pendonor tetap harus memenuhi persyaratan kesehatan dan lolos pemeriksaan sebelum donor.
Di mana harus memastikan masa tunggu donor setelah tato?
Konfirmasi kepada UDD atau PMI yang akan menerima donor merupakan cara paling tepat untuk mendapatkan ketentuan terbaru sebelum datang melakukan donor.