Teori Sosiologi Berdasarkan Paradigmanya


Secara garis besar dapat diklasifikasi teori sosiologi berdasarkan paradigmanya. Teori merupakan seperangkat preposisi yang dinyatakan secara sistematis dan saling berhubungan logis serta didasarkan pada data empiris. Setiap orang baik sadar ataupun tidak, senantiasa mengaitkan kejadian-kejadian tertentu untuk memahami suatu masalah atau kejadian.

A. Teori Sosiologi Berparadigma Fakta Sosial

Teori-teori penting yang berlandaskan pada paradigma fakta sosial ini diantaranya:

  1. Teori Fungsionalisme-Struktural. Teori ini menelaah dampak atau fungsi struktur dan pranata sosial dalam kehidupan bermasyarakat yang teratur dan stabil. Tiap fenomena berakibat obyektif baik positif maupun negatif. Analisis terhadap fenomena tersebut membantu memahami alasan suatu fenomena dipertahankan, diubah, atau dibatalkan.
  2. Teori Konflik. Teori sosiologi ini menjelaskan kehidupan sosial sebagai dampak dari struktur kekuasaan dan kepentingan kelompok. Prinsip dasarnya, kehidupan sosial didominasi oleh pihak yang kuat atas pihak yang lemah. Penekanan hidup rakyat, manipulasi pendapat umum, intimidasi, dan penindasan merupakan mekanisme untuk mempertahankan kestabilan. Namun sebetulnya, masyarakat berada pada kondisi labil, karena merupakan arena persaingan kepentingan yang berbeda-beda. Misalnya pelapisan sosial dipahami sebagai akibat dari dominasi pihak yang kuat.
  3. Teori Sistem. Teori ini menekankan bahwa semua struktur dan pranata sosial saling berhubungan satu sama lain, sehingga perubahan di satu bidang menyebabkan perubahan di bidang lain. Setiap sistem sosial bergantung pada sejumlah prasyarat tertentu diantaranya: keanggotaan selalu diperbaharui, kemampuan mencapai tujuannya, integrasi, dan mekanisme mengatasi krisis sistem.
  4. Teori Makro. Memandang hidup keseluruhan bermasyarakat sebagai akibat suatu proses perkembangan yang berjalan sendiri.
B. Teori Sosiologi Berparadigma Definisi Sosial

Teori-teori yang menganut paradigma definisi sosial antara lain:

  1. Teori Aksi. Perintis teori ini adalah Max Weber. Pandangan utama teori ini bahwa untuk memahami kehidupan bersama kuncinya ada di tangan manusia. Manusia lah yang berpikir dan mengungkapkan pikirannya ke dalam masyararakat. Apa yang disebut struktur dan pranata sosial tidak lain sebagai pencerminan tingkah laku manusia.
  2. Teori Interaksionisme Simbolik. Menekankan adanya corak simbolik sebagai inti dari interaksi manusia. Manusia yang bertindak memberi arti tertentu pada tingkah lakunya dan menginterpretasikan tingkah laku orang lain menurut artinya juga. Tokoh teori ini antara lain G.H. Mead (1863-1931) dan Herbert Blumer.
  3. Teori Fenomenologi. Teori sosiologi Didasarkan atas ajaran Alfred Schultz yang mementingkan “intersubyektifitas”. Sama seperti interaksi antar individu, terjadi pula interaksi antar kelompok. Interaksi sosial terjadi melalui penafsiran dan pemahaman tindakan masing-masing baik antar individu maupun antar kelompok.
C. Teori Sosiologi Berparadigma Perilaku Sosial

Salah satu teori sosiologi yang mengacu pada paradigma perilaku sosial yakni teori pertukaran (exchange theory) yang dipopulerkan oleh George Homas. Teori Pertukaran tersebut dirumuskan dalam 5 proposisi yang saling berhubungan, yaitu:

  1. Makin sering tindakan seseorang mendapat imbalan, maka orang itu akan sering melakukan tindakan yang sama.
  2. Apabila ada stimuli terhadap suatu tindakan yang mengakibatkan seseorang memperoleh imbalan, maka stimuli yang mirip akan membuat orang untuk melakukan tindakan yang sama.
  3. Makin tinggi nilai suatu tindakan, maka orang akan makin menyenangi tindakan itu.
  4. Makin sering seseorang mendapat imbalan, maka nilai dari setiap unit imbalan tersebut akan dirasakan kurang bernilai.
  5. Jika tindakan seseorang tidak memperoleh imbalan, maka dia akan kecewa dan menunjukkan kecenderungan agresif.
Secara ringkas, itulah tiga klasifikasi teori sosiologi berdasarkan paradigmanya. Baca pula pengertian sosiologi menurut para ahli. Klasifikasi teori sosiologi yang lain akan dijelaskan dalam artikel yang terpisah di blog ini juga.
.
.