Sejarah Bank Syariah Mandiri: Berdiri, Perkembangan, dan Merger Menjadi BSI

Sejarah Bank Syariah Mandiri: Berdiri, Perkembangan, dan Merger Menjadi BSI

Sejarah Bank Syariah Mandiri (BSM)
merupakan bagian penting dari perkembangan perbankan syariah di Indonesia. BSM tidak lahir sebagai bank syariah dari awal, tetapi berkembang melalui proses transformasi sebuah bank yang sebelumnya bernama Bank Susila Bakti.

Dalam proses transformasi tersebut, nama Bank Susila Bakti berubah menjadi Bank Syariah Sakinah Mandiri dan kemudian menjadi Bank Syariah Mandiri. BSM memperoleh izin usaha sebagai bank umum berdasarkan prinsip syariah pada 25 Oktober 1999 dan mulai beroperasi sebagai bank syariah pada 1 November 1999.

Perjalanan Bank Syariah Mandiri kemudian berlangsung selama lebih dari dua dekade sebelum memasuki babak baru melalui merger dengan BNI Syariah dan BRI Syariah. Merger tersebut efektif pada 1 Februari 2021 dan melahirkan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Ringkasan: Bank Syariah Mandiri berasal dari Bank Susila Bakti yang kemudian berubah nama menjadi Bank Syariah Sakinah Mandiri dan selanjutnya Bank Syariah Mandiri. BSM mulai beroperasi sebagai bank umum berdasarkan prinsip syariah pada 1 November 1999. Pada 1 Februari 2021, BSM bergabung dengan BNI Syariah dan BRI Syariah dalam pembentukan Bank Syariah Indonesia.

Diperbarui: Agustus 2026

Apa Itu Bank Syariah Mandiri?

Bank Syariah Mandiri adalah nama yang digunakan oleh bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah sejak 1999 hingga bergabung dalam pembentukan Bank Syariah Indonesia pada 2021.

Karena BSM telah bergabung dengan bank syariah lain dalam proses merger, istilah Bank Syariah Mandiri pada saat ini terutama digunakan ketika membahas sejarah perbankan syariah Indonesia dan perjalanan pembentukan Bank Syariah Indonesia.

Sejarah BSM juga berbeda dari sejarah Bank Muamalat Indonesia. Bank Muamalat sejak awal didirikan sebagai bank yang berlandaskan prinsip syariah, sedangkan BSM terbentuk melalui proses transformasi bank yang telah ada sebelumnya.

Untuk melihat salah satu tonggak awal perbankan syariah Indonesia, baca juga sejarah Bank Muamalat Indonesia.

Latar Belakang Sejarah Bank Syariah Mandiri

Sejarah Bank Syariah Mandiri tidak dapat dipisahkan dari perkembangan industri perbankan Indonesia pada akhir 1990-an.

Krisis ekonomi dan perbankan yang terjadi pada 1997–1998 memberikan tekanan besar terhadap berbagai bank di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong restrukturisasi sejumlah bank, termasuk bank yang kemudian menjadi cikal bakal Bank Syariah Mandiri.

Dalam perkembangan selanjutnya, muncul proses perubahan kegiatan usaha Bank Susila Bakti menjadi kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah. Proses tersebut menjadi dasar terbentuknya Bank Syariah Mandiri.

Bank Susila Bakti sebagai Cikal Bakal BSM

Sebelum dikenal sebagai Bank Syariah Mandiri, bank ini bernama PT Bank Susila Bakti.

Bank Susila Bakti merupakan bagian dari proses restrukturisasi perbankan yang berlangsung setelah krisis ekonomi. Perubahan arah bisnis dan struktur bank kemudian membuka jalan bagi transformasi menjadi bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah.

Oleh karena itu, ketika membahas sejarah berdirinya Bank Syariah Mandiri, penting untuk tidak langsung memulai cerita pada 1 November 1999. Ada proses transformasi kelembagaan yang berlangsung sebelumnya.

Perubahan Nama Menjadi Bank Syariah Sakinah Mandiri

Salah satu tahapan penting dalam sejarah BSM adalah perubahan nama Bank Susila Bakti menjadi PT Bank Syariah Sakinah Mandiri.

Perubahan tersebut merupakan bagian dari proses transformasi bank menuju kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah. Setelah tahap ini, nama bank kemudian berubah lagi menjadi Bank Syariah Mandiri.

Dengan demikian, secara sederhana kronologi perubahan nama dapat digambarkan sebagai berikut:

Bank Susila Bakti

Bank Syariah Sakinah Mandiri

Bank Syariah Mandiri

Rangkaian perubahan tersebut tercatat dalam dokumen resmi Bank Mandiri yang menjelaskan sejarah transformasi BSM. :contentReference[oaicite:2]{index=2}

Kapan Bank Syariah Mandiri Mulai Beroperasi?

Bank Syariah Mandiri memperoleh izin usaha dari Bank Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 1/24/KEP.GBI/1999 tanggal 25 Oktober 1999.

Izin tersebut diberikan untuk menjalankan kegiatan sebagai bank umum berdasarkan prinsip syariah. Bank Syariah Mandiri kemudian mulai beroperasi pada 1 November 1999. :contentReference[oaicite:3]{index=3}

Perbedaan kedua tanggal tersebut penting. 25 Oktober 1999 berkaitan dengan izin usaha, sedangkan 1 November 1999 merupakan tanggal mulai beroperasinya BSM sebagai bank umum berdasarkan prinsip syariah.

Perkembangan Bank Syariah Mandiri

Setelah mulai beroperasi sebagai bank syariah pada 1999, Bank Syariah Mandiri terus mengembangkan kegiatan usaha dan layanan perbankannya.

Perkembangan tersebut berlangsung seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis prinsip syariah dan pertumbuhan industri perbankan syariah di Indonesia.

BSM kemudian berkembang melalui perluasan jaringan, pengembangan produk, peningkatan layanan nasabah, serta pemanfaatan teknologi dalam kegiatan perbankan.

Dalam konteks sejarah industri, perkembangan tersebut menjadikan BSM salah satu institusi penting dalam pertumbuhan perbankan syariah Indonesia sebelum akhirnya bergabung dengan bank syariah lainnya.

Bank Syariah Mandiri sebagai Bagian dari Perkembangan Perbankan Syariah

Perjalanan Bank Syariah Mandiri menunjukkan salah satu model perkembangan perbankan syariah di Indonesia, yaitu transformasi dari bank yang sudah ada menjadi bank berdasarkan prinsip syariah.

Hal ini berbeda dengan Bank Muamalat Indonesia yang sejak awal didirikan sebagai bank yang menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah.

Perbedaan tersebut penting karena sejarah perbankan syariah Indonesia tidak terbentuk melalui satu jalur saja. Ada bank yang sejak awal didirikan sebagai bank syariah dan ada pula yang berkembang melalui proses konversi atau transformasi.

Produk dan Layanan Bank Syariah Mandiri

Selama beroperasi sebagai BSM, bank ini menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan berdasarkan prinsip syariah.

Secara umum, kegiatan perbankan syariah mencakup penghimpunan dana, pembiayaan, dan berbagai jasa perbankan. Produk dapat menggunakan akad yang berbeda sesuai dengan karakteristik transaksi dan kebutuhan nasabah.

Untuk memahami lebih luas mengenai kategori produk dalam perbankan syariah, Anda dapat membaca Mengenal Produk Bank Syariah.

Perlu diperhatikan bahwa produk yang pernah ditawarkan ketika BSM masih menjadi entitas tersendiri tidak boleh dianggap sebagai daftar produk BSM yang masih berlaku saat ini. Setelah merger, layanan tersebut berada dalam konteks Bank Syariah Indonesia.

Hubungan Bank Syariah Mandiri dengan Bank Mandiri

Sejarah BSM juga berkaitan erat dengan kelompok Bank Mandiri. Setelah proses restrukturisasi, Bank Mandiri menjadi pemegang saham mayoritas pada bank yang kemudian bertransformasi menjadi Bank Syariah Mandiri.

Hubungan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam memahami bagaimana Bank Syariah Mandiri berkembang sebelum kemudian menjadi salah satu bank syariah yang bergabung dalam pembentukan Bank Syariah Indonesia.

Mengapa Bank Syariah Mandiri Melakukan Merger?

Salah satu babak terpenting dalam sejarah Bank Syariah Mandiri adalah proses konsolidasi bank syariah milik kelompok bank BUMN.

Pemerintah dan pemangku kepentingan perbankan melihat konsolidasi sebagai salah satu langkah untuk memperkuat industri perbankan syariah Indonesia.

Proses tersebut kemudian menghasilkan penggabungan tiga bank syariah, yaitu:

  • Bank Syariah Mandiri (BSM)
  • BNI Syariah
  • BRI Syariah

Ketiganya kemudian bergabung untuk membentuk Bank Syariah Indonesia (BSI). BSI secara resmi berdiri dan mulai beroperasi pada 1 Februari 2021. :contentReference[oaicite:4]{index=4}

Kapan Bank Syariah Mandiri Menjadi BSI?

Penggabungan Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah berlaku efektif pada 1 Februari 2021.

OJK mencatat bahwa berdasarkan keputusan terkait merger tersebut, PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BRIsyariah Tbk, dan PT Bank BNI Syariah melakukan merger menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk. :contentReference[oaicite:5]{index=5}

Bank Syariah Indonesia sendiri menjelaskan bahwa BSI merupakan hasil merger dari ketiga bank tersebut dan mulai berdiri pada 1 Februari 2021. :contentReference[oaicite:6]{index=6}

Apakah Bank Syariah Mandiri Masih Ada?

Bank Syariah Mandiri tidak lagi beroperasi sebagai bank yang berdiri sendiri.

Sejak merger efektif pada 1 Februari 2021, BSM menjadi bagian dari proses pembentukan Bank Syariah Indonesia. Karena itu, istilah Bank Syariah Mandiri pada masa sekarang lebih tepat digunakan ketika membahas sejarah dan asal-usul Bank Syariah Indonesia.

Dengan kata lain, apabila seseorang mencari informasi mengenai Bank Syariah Mandiri sekarang, informasi operasional terkini seharusnya merujuk kepada Bank Syariah Indonesia, bukan kepada BSM sebagai entitas terpisah.

Bagaimana Bank Syariah Mandiri Berkaitan dengan BRI Syariah dan BNI Syariah?

Ketiga bank tersebut memiliki sejarah sebagai bank syariah yang kemudian disatukan dalam proses merger.

Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah menjadi tiga entitas yang membentuk Bank Syariah Indonesia. Proses merger tersebut merupakan salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah perbankan syariah Indonesia. :contentReference[oaicite:7]{index=7}

Untuk memahami salah satu bank yang menjadi bagian dari merger tersebut, Anda juga dapat membaca Sejarah Berdirinya BRI Syariah.

Timeline Sejarah Bank Syariah Mandiri

Periode/Tanggal Peristiwa
Sebelum 1999 Bank beroperasi dengan nama Bank Susila Bakti.
1999 Bank Susila Bakti mengalami proses perubahan nama dan transformasi menuju bank berdasarkan prinsip syariah.
25 Oktober 1999 Bank Syariah Mandiri memperoleh izin usaha dari Bank Indonesia sebagai bank umum berdasarkan prinsip syariah.
1 November 1999 Bank Syariah Mandiri mulai beroperasi sebagai bank umum berdasarkan prinsip syariah.
2002 BSM memperoleh izin sebagai bank devisa pada 18 Maret 2002.
1999–2020 BSM berkembang sebagai salah satu bank syariah penting di Indonesia.
27 Januari 2021 OJK menerbitkan izin merger tiga bank syariah.
1 Februari 2021 Merger efektif dan Bank Syariah Indonesia mulai berdiri sebagai hasil penggabungan BSM, BNI Syariah, dan BRI Syariah.

Sumber kronologi utama: dokumen resmi Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan.

Perbedaan Sejarah Bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri

Aspek Bank Muamalat Bank Syariah Mandiri
Sejarah awal Didirikan sebagai bank syariah. Berkembang dari Bank Susila Bakti.
Tahun penting Didirikan 1991 dan mulai beroperasi 1992. Mulai beroperasi sebagai bank umum berdasarkan prinsip syariah pada 1999.
Model perkembangan Bank syariah sejak awal. Transformasi menuju bank syariah.
Status setelah 2021 Tetap dikenal sebagai Bank Muamalat Indonesia. Menjadi bagian dari proses merger pembentukan Bank Syariah Indonesia.

Fakta Penting tentang Sejarah Bank Syariah Mandiri

  • Bank Syariah Mandiri memiliki sejarah yang berasal dari Bank Susila Bakti.
  • Dalam proses transformasi, nama Bank Susila Bakti berubah menjadi Bank Syariah Sakinah Mandiri sebelum menjadi Bank Syariah Mandiri.
  • BSM memperoleh izin usaha sebagai bank umum berdasarkan prinsip syariah pada 25 Oktober 1999.
  • BSM mulai beroperasi sebagai bank umum berdasarkan prinsip syariah pada 1 November 1999.
  • BSM memperoleh izin sebagai bank devisa pada 18 Maret 2002. :contentReference[oaicite:8]{index=8}
  • BSM berkembang menjadi salah satu bank syariah penting di Indonesia.
  • BSM bergabung dengan BNI Syariah dan BRI Syariah dalam proses pembentukan Bank Syariah Indonesia.
  • Merger tersebut efektif pada 1 Februari 2021. :contentReference[oaicite:9]{index=9}

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bank Syariah Mandiri berdiri tahun berapa?

Proses pembentukan Bank Syariah Mandiri berlangsung pada 1999. Bank memperoleh izin usaha sebagai bank umum berdasarkan prinsip syariah pada 25 Oktober 1999 dan mulai beroperasi pada 1 November 1999. :contentReference[oaicite:10]{index=10}

Apa nama Bank Syariah Mandiri sebelum menjadi BSM?

Bank Syariah Mandiri memiliki sejarah dari Bank Susila Bakti, yang kemudian berubah nama menjadi Bank Syariah Sakinah Mandiri sebelum menjadi Bank Syariah Mandiri. :contentReference[oaicite:11]{index=11}

Kapan Bank Syariah Mandiri mulai beroperasi?

Bank Syariah Mandiri mulai beroperasi sebagai bank umum berdasarkan prinsip syariah pada 1 November 1999. :contentReference[oaicite:12]{index=12}

Kapan Bank Syariah Mandiri menjadi BSI?

Bank Syariah Mandiri menjadi bagian dari proses merger yang membentuk Bank Syariah Indonesia, dengan merger efektif pada 1 Februari 2021. :contentReference[oaicite:13]{index=13}

Apakah Bank Syariah Mandiri masih ada?

Bank Syariah Mandiri tidak lagi beroperasi sebagai entitas bank yang berdiri sendiri setelah merger efektif pada 1 Februari 2021. BSM menjadi bagian dari sejarah pembentukan Bank Syariah Indonesia.

Bank apa saja yang bergabung membentuk Bank Syariah Indonesia?

Bank Syariah Indonesia dibentuk melalui penggabungan Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah. :contentReference[oaicite:14]{index=14}

Artikel Terkait

Kesimpulan

Sejarah Bank Syariah Mandiri merupakan sejarah transformasi sebuah bank yang sebelumnya bernama Bank Susila Bakti menjadi bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah.

Proses perubahan tersebut berlangsung pada 1999, melalui tahapan Bank Susila Bakti, Bank Syariah Sakinah Mandiri, dan kemudian Bank Syariah Mandiri. BSM memperoleh izin usaha berdasarkan prinsip syariah pada 25 Oktober 1999 dan mulai beroperasi pada 1 November 1999. :contentReference[oaicite:15]{index=15}

Setelah berkembang selama lebih dari dua dekade, BSM kemudian bergabung dengan BNI Syariah dan BRI Syariah. Merger tersebut efektif pada 1 Februari 2021 dan melahirkan Bank Syariah Indonesia. :contentReference[oaicite:16]{index=16}

Karena itu, memahami sejarah Bank Syariah Mandiri pada 2026 berarti memahami salah satu bagian penting dari perjalanan menuju terbentuknya Bank Syariah Indonesia dan perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia.