Peribahasa Besi, Biar, Bibir, Biduk, Bisa dan Buah Beserta Artinya

Peribahasa Indonesia merupakan bagian dari kekayaan bahasa yang digunakan untuk menyampaikan nasihat, pengalaman, perbandingan, dan gambaran mengenai kehidupan. Setiap ungkapan biasanya memiliki makna tersirat yang tidak selalu sama dengan arti kata-katanya secara harfiah.

Artikel ini berisi kumpulan peribahasa awalan B beserta artinya, khususnya pada rentang Besi, Betung, Biar, Biarpun, Bibir, Biduk, Bila, Bingung, Bintang, Bisa, Bisik-bisik, Bodoh, Bondong, hingga Buah.

Halaman ini merupakan bagian dari rangkaian Peribahasa Indonesia dan Artinya: Kumpulan Lengkap A–Z. Dengan pembagian berdasarkan kelompok kata, pembaca dapat menemukan peribahasa tertentu dengan lebih mudah.

Peribahasa Besi dan Betung Beserta Artinya

Berikut kumpulan peribahasa yang terdapat pada bagian awal artikel ini.

Besi baik tiada berkarat
Perbuatan baik takkan dilupakan orang.

Betung ditanam, aur tumbuh
Hasil yang diperoleh tidak seperti yang diharapkan.

Peribahasa Biar dan Biarpun Beserta Artinya

Peribahasa yang menggunakan kata biar banyak mengandung nasihat tentang kesabaran, perjuangan, keselamatan, kehormatan, dan usaha mencapai tujuan.

Biar badan penat asal hati suka
Biar badan terasa sakit karena menjalankan suatu pekerjaan, tetapi hati terasa bahagia.

Biar buruk kain dipakai asal pandai mengambil hati
Budi bahasa baik untuk dapat dibeli.

Biar dahi berlumpur asal tanduk mengena
Biarlah bersusah payah asalkan maksud dan tujuan tercapai.

Biar kalah sabung asalkan menang sorak
Biar kalah asal kehormatan tetap terjaga dan terpelihara; Sebuah peribahasa untuk menghibur orang yang kalah.

Biar kepala berlumpur asal tandak makan
Biarlah harus bersusah-payah asalkan tujuan tercapai.

Biar lambat asal selamat
Mengutamakan keselamatan dalam mencapai tujuan; Sesuatu yang sudah pasti jangan digesa-gesakan agar hasil yang diperoleh lebih baik lagi.

Biarpun kucing naik haji, pulang-pulang mengeong juga
Kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang biasanya sukar sekali diubah.

Biar jatuh terletak, jangan jatuh terempas
Kalau berhenti dari pekerjaan/jabatan lebih baik oleh permintaan sendiri, jangan sampai menunggu sampai dipecat.

Biar miskin asal cerdik terlawan juga orang kaya
Ilmu pengetahuan !ebih berharga daripada kekayaan.

Peribahasa Bibir dan Artinya

Berikut dua peribahasa yang terdapat pada kelompok bibir.

Bibir limau seulas
Bentuk bibir yang indah.

Bibir saya bukan diretak panas
Nasihat atau ramalan ram dan yang diberikan biasanya betul; pahit lidah.

Peribahasa Biduk dan Artinya

Kata biduk digunakan dalam sejumlah peribahasa untuk menggambarkan kepemimpinan, pekerjaan, perselisihan, dan keadaan seseorang yang tidak memiliki daya upaya.

Biduk kalau tak terkendali bagaimana ia akan maju
Pekerjaan yang dikerjakan orang yang bukan ahlinya tidak berhasil dengan gemilang.

Biduk lalu kiambang bertaut
Perselisihan antara dua orang bersaudara tidak perlu dicampuri oleh orang lain karena sebentar juga akan berdamai; Perselisihan dua orang bersaudara, apabila dicampuri oleh pihak ketiga akan segera berakhir dengan perdamaian sedang pihak ketiga akan tersisih dan mendapatkan malu.

Biduk satu nakhoda dua
Pekerjaan yang dipimpin oleh dua orang.

Biduk tiris menanti karam
Tak dapat ditolong lagi.

Biduk upih, pengayuh bilah
Tidak mempunyai daya upaya untuk memiliki sesuatu atau mencapai sesuatu maksud.

Peribahasa Bila dan Artinya

Bila ditelan buaya jangan dipagut ikan kecil
Bila dimarahi oleh pimpinan, jangan memarahi anak buah.

Peribahasa Bingung dan Bintang Beserta Artinya

Bingung tak dapat diajar, cerdik tak dapat diikuti
Kiasan terhadap orang yang berlagak pandai.

Bintang di langit boleh berbilang, tetapi orang di muka tak radar
Mengurusi cela orang lain tanpa memperhatikan cela sendiri.

Bintang tahan palu, manusia tahan kias
Mengajarkan kepada seseorang itu cukup dengan kiasan, sindiran, dan ibarat saja, bukan dengan pukulan.

Peribahasa Bisa dan Bisik-bisik

Peribahasa berikut menggambarkan bahwa sesuatu yang sulit dapat menjadi mudah apabila dilakukan secara terus-menerus, serta keadaan ketika pembicaraan dilakukan dalam jarak dekat.

Bisa karena biasa
Sesuatu yang pada mulanya dirasakan sulit bila sudah biasa dikerjakan akan menjadi mudah.

Bisik-bisik kedengaran, berimbau kelampauan
Jarak yang sangat dekat dengan orang yang diajak bicara.

Peribahasa Bodoh dan Bondong

Bodoh-bodoh repot, tak makan panting emas
Meskipun bodoh tetapi masih dapat memilih mana yang baik untuk dirinya.

Bondong air, bondong ikan
Ke mana arah pimpinan, ke sana pulalah arah anak buahnya.

Peribahasa Buah dan Artinya

Kelompok peribahasa buah pada halaman ini menggambarkan berbagai keadaan, mulai dari sesuatu yang tampak baik tetapi menyimpan maksud tertentu, keterbatasan dalam mencapai tujuan, hingga keadaan yang sudah sempurna.

Buah yang manis berulat di dalamnya
Hati-hati dengan perkataan yang manis biasanya mengandung maksud yang tidak baik.

Buah masak tergantung tinggi, hendak diambil gala tak sampai
Tidak memiliki kekuatan untuk mencapai tujuan.

Buah ranum masak di pohon
Pernyataan terhadap sesuatu yang sempurna.

Makna Peribahasa Biar, Biduk, Bisa, dan Buah dalam Kehidupan

Berbagai peribahasa dalam kelompok ini masih mudah dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, Biar lambat asal selamat mengajarkan pentingnya mengutamakan keselamatan daripada terburu-buru mencapai tujuan.

Sementara itu, Bisa karena biasa menggambarkan proses belajar melalui kebiasaan. Sesuatu yang awalnya terasa sulit dapat menjadi lebih mudah apabila terus dilakukan dan dipelajari.

Peribahasa Buah yang manis berulat di dalamnya memberikan pesan agar seseorang tidak mudah tertipu oleh sesuatu yang terlihat baik dari luar. Penampilan atau perkataan yang menyenangkan belum tentu menunjukkan maksud yang sebenarnya.

Kumpulan Peribahasa Indonesia Lengkap

Artikel ini merupakan salah satu supporting article dalam cluster peribahasa Indonesia dan artinya. Untuk menemukan kumpulan yang lebih lengkap dari huruf A sampai Z, silakan gunakan halaman utama berikut:

Peribahasa Indonesia dan Artinya: Kumpulan Lengkap A–Z

Peribahasa Sebelum Kelompok Besi–Buah

Jika ingin membaca rangkaian peribahasa sebelumnya, kunjungi artikel #3 yang membahas kelompok mulai dari Berhakim, Berjalan, Bersatu, Bertemu, hingga Besar.

Peribahasa Berhakim, Berjalan, Bersatu, Bertemu, Besar dan Artinya

Peribahasa Setelah Kelompok Buah

Rangkaian berikutnya melanjutkan kumpulan peribahasa Indonesia pada bagian selanjutnya.

Lanjut ke Peribahasa Indonesia Bagian Berikutnya

Kesimpulan

Peribahasa Besi, Biar, Bibir, Biduk, Bila, Bingung, Bintang, Bisa, Bisik-bisik, Bodoh, Bondong, dan Buah memiliki berbagai makna yang berkaitan dengan kehidupan, usaha, kepemimpinan, kebiasaan, kehati-hatian, dan hubungan antarmanusia.

Artikel ini menjadi bagian dari rangkaian supporting article yang memperkuat halaman utama Peribahasa Indonesia dan Artinya: Kumpulan Lengkap A–Z.