Peribahasa Indonesia merupakan salah satu kekayaan bahasa yang digunakan untuk menyampaikan nasihat, pengalaman, perbandingan, dan gambaran tentang kehidupan. Setiap peribahasa memiliki makna tertentu yang sering kali tidak dapat dipahami hanya berdasarkan arti kata-kata secara harfiah.
Artikel ini berisi kumpulan peribahasa awalan B beserta artinya, khususnya pada kelompok kata Buaya, Bubur, Bukan, Bukit, Bulan, Bulat, Bumi, Bunga, Bungkuk, Bungkus, Buruk, Burung, Busuk, dan Buta.
Halaman ini merupakan bagian dari rangkaian Peribahasa Indonesia dan Artinya: Kumpulan Lengkap A–Z. Pembagian berdasarkan kelompok kata membantu pembaca menemukan peribahasa tertentu dengan lebih mudah tanpa harus menelusuri seluruh daftar sekaligus.
Peribahasa Buaya dan Artinya
Berikut peribahasa yang menggunakan kata buaya beserta maknanya.
Buaya timbul disangka bangkai
Menyangka tidak ada bahaya, padahal masih berbahaya.
Peribahasa Bubur dan Bukan
Beberapa peribahasa berikut menggambarkan keadaan seseorang yang sudah berada dalam kondisi tertentu atau sesuatu yang berasal dari sumber yang jelas.
Bubur saja sudah tak terlalu
Perihal orang yang sakit parah.
Bukan air muara yang ditimba, sudah disauk dari hulunya
Bukan hanya merupakan kabar bohong, tetapi berita yang berasal dari sumbernya.
Bukan biji tak mau tumbuh, tapi bumi tak mau terima
Sudah berusaha namun hasil yang diperoleh tidak ada; Sudah meminta/memohon namun tidak dikabulkan atau ditolak.
Peribahasa Bukit dan Bulan Beserta Artinya
Peribahasa pada kelompok ini menggunakan kata bukit dan bulan sebagai perbandingan untuk menggambarkan keadaan seseorang, keuntungan, dan kedudukan.
Bukitlah tinggi, lurah nan dalam
Berhemat selalu sehingga berharta banyak.
Bulan naik matahari naik
Mendapat keuntungan dari mana-mana.
Bulan terang di hutan
Orang yang berpangkat/berkedudukan tinggi di negeri orang, tidak dilihat oleh sanak keluarganya.
Peribahasa Bulat dan Artinya
Berikut peribahasa yang menggunakan kata bulat.
Bulat boleh digulingkan, pipih boleh dilayangkan
Sama-sama sepakat.
Bulat air kena pematang, bulat manusia karena mufakat
Telah mencapai kata mufakat setelah melalui perundingan.
Peribahasa Bumi dan Artinya
Bumi mana yang tiada kena hujan
Setiap manusia tak luput dari kesalahan; Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan.
Bumi berputar, zaman beredar
Keadaan zaman yang telah berubah.
Peribahasa Bunga dan Artinya
Peribahasa dengan kata bunga menggunakan gambaran keindahan, duri, dan perubahan keadaan untuk menyampaikan pesan tentang kehidupan.
Bunga yang harum itu ada juga durinya
Setiap kebesaran nama selalu memiliki cela.
Bunga angin tidak mematah, apalagi sepoi-sepoinya
Tak merasa gentar dengan bahaya besar, apalagi bahaya yang kecil-kecil saja.
Bunga dipersunting sudahnya akan layu
Selagi baru dikasihi, sudah lama dibuang.
Bunga dipetik, perdu ditendang
Hanya mengambil keuntungan saja.
Peribahasa Bungkuk dan Bungkus
Berikut peribahasa yang menggunakan kata bungkuk dan bungkus.
Bungkuk kail hendak mengena
Melakukan tipu daya untuk meraih keuntungan.
Bungkuk sejengkal tidak terkedang
Tidak mau mendengarkan perkataan orang; keras kepala, ngotot.
Bungkus tulang dengan daun talas
Tidak dapat menyimpan rahasia dengan baik.
Peribahasa Buruk dan Artinya
Kelompok peribahasa buruk berisi berbagai ungkapan tentang kesusahan, musyawarah, kesalahan, keadaan diri, serta hubungan seseorang dengan tempat atau keadaan yang telah ditinggalkannya.
Buruk baik tiada bercerai
Kesusahan akan datang sewaktu-waktu.
Buruk dibuang dengan rundingan, baik ditarik dengan mufakat
Bila yang bersengketa dapat bermusyawarah, perkara sulit pun dapat terpecahkan.
Buruk muka cermin dibelah
Seseorang yang menyalahkan keadaannya yang buruk kepada orang lain, padahal kesalahannya sendirilah yang menyebabkan keadaannya; Tidak mau mengakui kesalahan/kelemahan sendiri.
Buruk perahu buruk pangkalan
Tak mau menginjak rumah bekas istri atau tempat pekerjaan yang telah ditinggalkan.
Buruk tak tahu akan hinanya
Perihal orang yang tidak menyadari kekurangan dirinya.
Peribahasa Burung dan Artinya
Peribahasa yang menggunakan kata burung banyak menggambarkan sifat manusia, perubahan perilaku, harapan, serta sesuatu yang belum tentu benar.
Burung gagak itu kalaupun dimandikan dengan air mawar sekalipun tidak akan menjadi putih warnanya
Orang yang dasarnya memiliki tabiat buruk tidak akan pernah berubah.
Burung terbang dipipiskan lada
Merasa senang padahal belum mendapatkan sesuatu yang diinginkannya.
Burung yang liar jangan dilepaskan, kabar yang mustahil jangan didengarkan
Tidak perlu mempercayaicberita yang belum pasti benar.
Peribahasa Busuk dan Artinya
Berikut kumpulan peribahasa yang menggunakan kata busuk.
Busuk berbau, jatuh berdebuk
Sesuatu yang jahat itu bagaimanapun disembunyikan suatu saat akan ketahuan juga.
Busuk-busuk embacang
Orang yang tampak dari luar (lahiriah) seperti orang jahat/ orang bodoh, namun ternyata hatinya baik/ilmu pengetahuannya tinggi.
Busuk juga ditimbun anal-anal
Yang biasa bersalah juga yang selalu dituduh orang bila timbul suatu peristiwa kejahatan.
Peribahasa Buta dan Artinya
Buta kehilangan tongkat
Dalam keadaan yang sangat sulit.
Peribahasa Cacak
Artikel lama ini juga memuat satu peribahasa yang sudah memasuki kelompok huruf C. Entri tersebut tetap dipertahankan sebagai bagian dari konten asli halaman.
Cacak seperti lambang tergadai
Perihal seseorang yang sedang terpana.
Makna Peribahasa Buruk, Burung, dan Bumi dalam Kehidupan
Banyak peribahasa dalam kelompok ini masih relevan untuk menggambarkan kehidupan sehari-hari. Misalnya, Bumi mana yang tiada kena hujan mengingatkan bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan.
Peribahasa Bulat air kena pematang, bulat manusia karena mufakat menekankan pentingnya mencapai kesepakatan melalui musyawarah. Sementara itu, Buruk muka cermin dibelah menggambarkan sikap seseorang yang menyalahkan pihak lain atas keadaan buruk yang sebenarnya disebabkan oleh dirinya sendiri.
Peribahasa Burung terbang dipipiskan lada juga memberikan gambaran tentang seseorang yang terlalu cepat merasa senang sebelum sesuatu yang diharapkannya benar-benar diperoleh.
Kumpulan Peribahasa Indonesia Lengkap
Halaman ini merupakan bagian dari cluster besar peribahasa Indonesia dan artinya. Untuk menemukan berbagai kelompok peribahasa dari huruf A sampai Z, kunjungi halaman utama berikut:
Peribahasa Indonesia dan Artinya: Kumpulan Lengkap A–Z
Peribahasa Sebelum Kelompok Buaya–Buta
Untuk membaca rangkaian peribahasa sebelumnya, Anda dapat membuka artikel yang membahas kelompok Besi, Biar, Bibir, Biduk, Bila, Bingung, Bintang, Bisa, Bisik-bisik, Bodoh, Bondong, dan Buah.
Peribahasa Besi, Biar, Bibir, Biduk, Bisa dan Buah Beserta Artinya
Penutup
Peribahasa Buaya, Bubur, Bukan, Bukit, Bulan, Bulat, Bumi, Bunga, Bungkuk, Bungkus, Buruk, Burung, Busuk, dan Buta memiliki beragam makna yang berkaitan dengan kesalahan manusia, musyawarah, kehati-hatian, perubahan zaman, keadaan hidup, serta perilaku manusia.
Artikel ini menjadi supporting article penutup untuk kelompok peribahasa awalan B dalam cluster Peribahasa Indonesia dan Artinya: Kumpulan Lengkap A–Z. Dengan demikian, halaman utama tetap menjadi pusat untuk keyword luas, sedangkan halaman ini menangani pencarian yang lebih spesifik berdasarkan kelompok peribahasa.