Peribahasa Bagai dan Artinya: Katak, Kerbau, Kucing hingga Telur Tanduk

Peribahasa “bagai” banyak digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan melalui perbandingan. Kumpulan berikut berisi berbagai peribahasa bagai dan artinya, mulai dari “Bagai katak dalam tempurung”, “Bagai kerbau dicocok hidung”, hingga “Bagai telur di ujung tanduk”.

Selain peribahasa yang menggunakan kata “bagai”, halaman ini juga memuat beberapa peribahasa berawalan huruf B, mulai dari “Bagaimana biduk, bagaimana pengayuh” hingga “Barang tergenggam jatuh terlepas”.

Jika Anda ingin melihat kumpulan yang lebih luas, silakan membaca kumpulan peribahasa Indonesia dan artinya yang menjadi halaman utama dalam seri peribahasa ini.

Peribahasa “Bagai” dan Artinya

Bagai katak dalam tempurung
Orang yang wawasannya tidak terlalu luas. Ia tidak tahu situasi lain selain di sekitar tempatnya berada saja.

Bagai keluang bebar petang
Berduyun-duyun, banyak sekali berkeliaran ke sana kemari.

Bagai kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau
Sangat sengsara; hidup melarat.

Bagai kerbau dicocok hidung
Orang yang tidak punya pendirian atau hanya mengikut atau mengekor saja.

Bagai kucing dengan panggang
Berbahaya bila diperdekatkan, misalnya lelaki dengan perempuan.

Bagai kucing lepas senja
Orang yang kalau sudah pergi tidak akan kembali lagi; sangat senang sehingga lupa pulang.

Bagai kucing tak bermisai
Orang besar atau pejabat yang sudah berhenti dari jabatannya dan tidak ditakuti lagi; seperti macan ompong.

Bagai kuku dengan daging
Selalu bersama-sama; dua orang yang tidak dapat terpisahkan, seperti kekasih, sahabat karib, atau suami istri.

Bagai kucing tidur di bantal
Sangat sejahtera, tidak takut akan kekurangan rezeki atau makanan.

Bagai kura-kura dengan isi
Sukar diceraikan; tidak pernah bercerai.

Bagai makan buah simalakama
Keadaan yang serba salah. Biasanya digunakan untuk orang yang sedang menghadapi dua pilihan dan keduanya dapat menyebabkan keadaan yang buruk.

Bagai memakai baju pinjaman
Tingkah laku yang dibuat-buat sehingga tampak canggung.

Bagai melulus baju sempit, bagai terbuang ke sisiran
Seseorang yang merasa senang karena terlepas dari kesusahan.

Bagai membandarkan air ke bukit
Mengerjakan sesuatu yang sulit dikerjakan atau sia-sia.

Bagai membelah betung
Berat sebelah; tidak adil.

Bagai menampung air dengan limas pesuk
Perempuan yang pemboros sehingga tidak tersimpan sedikit pun harta pencaharian suami akibat keborosan; menggambarkan gaya hidup sangat boros.

Bagai mencari belalang di rumput
Melakukan pekerjaan yang sia-sia.

Bagai mendapat durian runtuh
Mendapatkan sesuatu tanpa disangka-sangka; memperoleh rezeki yang tidak disangka.

Bagai mendapat gunung intan
Sangat penting.

Bagai menegakkan benang basah
Melakukan suatu pekerjaan yang mustahil akan berhasil.

Bagai mentimun dengan durian
Orang yang lemah tidak berdaya untuk melawan orang yang berkuasa.

Bagai musang berbulu ayam
Orang jahat yang berpura-pura baik; berpura-pura menolong tetapi sebenarnya berniat menjerumuskan.

Bagai orang kena miang
Sangat gelisah karena mendapat malu di tengah orang banyak.

Bagai pagar makan tanaman
Orang yang disuruh menjaga atau mengawasi justru mengambil barang yang dijaga atau diawasinya.

Bagai padi, kian berisi kian merunduk
Semakin tinggi ilmunya semakin rendah hatinya. Kalau sudah pandai jangan sombong, tetapi selalu rendah hati.

Bagai pelanduk di cerang rimba
Sangat ketakutan; bingung tidak tahu harus berbuat apa; kehilangan akal.

Bagai pelita kehabisan minyak
Sesuatu yang hampir mati; tidak diorganisasi dengan baik.

Bagai pinang dibelah dua
Dua orang atau hal yang sama dan tidak terlihat bedanya.

Bagai pintu tak berpasak, perahu tak berkemudi
Sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya di kemudian hari.

Bagai pohon tidak berbuah
Orang yang berilmu tetapi tidak mengamalkannya.

Bagai pungguk merindukan bulan
Seseorang yang mencintai kekasihnya tetapi cintanya tidak berbalas; merindukan kekasih yang tidak mungkin didapat karena perbedaan derajat.

Bagai semang kehilangan induk
Orang yang bingung, tidak tahu tujuan karena kehilangan petunjuk atau panutan.

Bagai si kudung pergi berbelut
Pekerjaan yang sia-sia karena tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Bagai si buta pergi bergajah
Melakukan pekerjaan yang tidak berguna.

Bagai tanduk diberkas
Sukar bersatu karena berbeda paham dan pandangan.

Bagai telur di ujung tanduk
Keadaan yang sangat membahayakan, kritis, atau genting.

Peribahasa Berawalan B dan Artinya

Bagaimana biduk, bagaimana pengayuh
Bagaimana orang tua begitulah anaknya; bagaimana atasan begitulah bawahan dalam satu perusahaan.

Bahasa menunjukkan bangsa
Tabiat seseorang dapat dilihat dari cara bertutur kata. Kesopansantunan seseorang menunjukkan asal keluarganya; bahasa yang sempurna menunjukkan peradaban yang tinggi dari bangsa pemilik bahasa tersebut.

Bahasa dan bangsa itu tiada dijual atau dibeli
Walaupun kaya, bila tidak berbudi bahasa akan dihina juga.

Baji dahan pembelah batang
Orang kepercayaan kita yang kerap kali merugikan kita.

Bajak lalu di tanah yang lembut
Orang yang lemah juga menjadi korban kecurangan atau kezaliman.

Bajak patah banting terambau
Menderita kecelakaan yang bertimpa-timpa.

Bajak sudah terdorong ke bancah
Sudah terlanjur.

Bak dagang terbuang
Kiasan bagi perantau yang melarat.

Bakar air ambil abunya
Pekerjaan yang tidak akan pernah berhasil.

Bakar tak berapi
Tampaknya menaruh cinta padahal tidak sama sekali.

Bandar terbuka dagangan murah, badan sudah tua
Memiliki keinginan ketika sudah tidak mempunyai uang.

Bangau minta aku leher badak, badak minta aku daging
Merasa iri melihat kekayaan orang lain.

Bangkai gajah bolehkah ditudung oleh nyiru?
Kejahatan yang besar tidak dapat disembunyikan.

Banyak bekerja sedikit bicara
Menggunakan waktu sebaik mungkin.

Banyak habis sedikit sedang
Dalam jumlah banyak akan habis, tetapi dalam jumlah sedikit pun sebenarnya mencukupi, bergantung pada cara pemakaiannya.

Bapak burik anaknya rintik
Anak akan menuruti orang tuanya.

Barang tergenggam jatuh terlepas
Bernasib sial; sesuatu yang sudah dimiliki hilang lagi.

Makna Peribahasa “Bagai” dalam Kehidupan

Peribahasa yang menggunakan kata “bagai” umumnya menyampaikan perbandingan untuk menggambarkan keadaan, sifat, perilaku, atau hubungan antarmanusia. Maknanya sering kali bersifat kiasan sehingga tidak selalu dapat dipahami hanya berdasarkan arti setiap katanya.

Contohnya, “bagai air dengan minyak” menggambarkan dua pihak yang sulit dipersatukan, sedangkan “bagai aur dengan tebing” menggambarkan hubungan yang saling membantu.

Memahami arti peribahasa dapat membantu pembaca mengenali ungkapan bahasa Indonesia yang digunakan dalam percakapan, tulisan, pembelajaran bahasa, maupun berbagai bentuk karya tulis.

Kumpulan Peribahasa Indonesia Berdasarkan Bagian

Halaman ini merupakan salah satu bagian dari kumpulan peribahasa Indonesia yang disusun berdasarkan kelompok entri. Untuk melihat daftar yang lebih luas, kunjungi kumpulan peribahasa Indonesia dan artinya.

Untuk membaca kelompok peribahasa sebelumnya yang berisi kumpulan peribahasa “Bagai” dari Bagai air hingga Bagai kambing, baca kumpulan peribahasa “Bagai” dan artinya.

Untuk melanjutkan ke kumpulan berikutnya, baca peribahasa lanjutan berawalan B.

wdcfawqafwef