Jenis-jenis obligasi dapat dibedakan berdasarkan penerbit, sistem pembayaran kupon, peringkat, hak konversi, hingga jaminannya. Memahami klasifikasi tersebut penting karena setiap obligasi dapat mempunyai karakteristik, tingkat risiko, dan ketentuan pembayaran yang berbeda.
Secara sederhana, obligasi merupakan instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan, atau penerbit tertentu kepada investor. Pemegang obligasi memiliki hak untuk menerima pembayaran sesuai ketentuan penerbitan, termasuk kupon dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengelompokkan tipe obligasi antara lain berdasarkan penerbit, kupon, peringkat, konvertibilitas, dan jaminan. ([ojk.go.id](https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Documents/Pages/Buku-Saku-Pasar-Modal/BUKU%20SAKU%20PSR%20MODAL%20OJK%202023.pdf?utm_source=chatgpt.com))
Artikel ini membahas berbagai jenis obligasi dan contohnya secara sederhana agar lebih mudah dipahami.
Apa Itu Obligasi?
Obligasi adalah instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk memperoleh dana dari investor. Penerbit mempunyai kewajiban melakukan pembayaran kepada pemegang obligasi sesuai dengan syarat dan ketentuan penerbitannya.
Dalam obligasi terdapat beberapa unsur penting, antara lain nilai nominal atau pokok, kupon, dan tanggal jatuh tempo. OJK menjelaskan bahwa kupon merupakan pembayaran yang diterima pemegang obligasi secara berkala, sedangkan nilai nominal merupakan nilai pokok yang akan diterima sesuai ketentuan pada saat jatuh tempo. ([sikapiuangmu.ojk.go.id](https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/images/FileDownload/203_3%20Pasar%20Modal-compressed.pdf?utm_source=chatgpt.com))
Untuk memahami konsep saham dan obligasi secara keseluruhan, baca juga artikel pengertian saham dan obligasi menurut para ahli.
Jenis-Jenis Obligasi Berdasarkan Penerbit
Salah satu cara paling sederhana untuk membedakan obligasi adalah berdasarkan pihak yang menerbitkannya.
Obligasi Pemerintah
Obligasi pemerintah adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk memperoleh pembiayaan. Dalam konteks Indonesia, obligasi pemerintah merupakan bagian dari instrumen Surat Utang Negara dan diterbitkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Obligasi pemerintah dapat memiliki berbagai seri dan karakteristik, termasuk perbedaan tingkat kupon, jangka waktu, serta mekanisme pembayaran.
OJK juga menjelaskan obligasi pemerintah sebagai instrumen surat utang yang diterbitkan pemerintah Republik Indonesia. ([sikapiuangmu.ojk.go.id](https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/images/FileDownload/335_Pensiun%20-%20Pasar%20Modal.pdf?utm_source=chatgpt.com))
Obligasi Korporasi
Obligasi korporasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana dari investor.
Penerbit dapat berupa perusahaan swasta maupun badan usaha milik negara sesuai ketentuan yang berlaku. Karakteristik obligasi korporasi dapat berbeda antara satu penerbit dengan penerbit lainnya.
Karena diterbitkan oleh perusahaan, investor perlu memperhatikan kemampuan penerbit memenuhi kewajiban pembayaran kupon dan pokok serta informasi mengenai peringkat dan kondisi keuangan penerbit.
Jenis Obligasi Berdasarkan Kupon
Obligasi juga dapat dibedakan berdasarkan mekanisme pembayaran kupon atau tingkat imbal hasilnya.
Fixed Rate Bond
Fixed rate bond atau obligasi dengan kupon tetap merupakan obligasi yang tingkat kuponnya telah ditentukan sejak awal penerbitan dan dibayarkan secara berkala sesuai ketentuan.
Karena tingkat kuponnya telah ditentukan, investor dapat mengetahui besarnya kupon berdasarkan nilai nominal dan tingkat kupon yang tercantum dalam ketentuan penerbitan.
Floating Rate Bond
Floating rate bond atau obligasi dengan kupon mengambang merupakan obligasi yang tingkat kuponnya dapat berubah berdasarkan suatu acuan atau benchmark yang telah ditentukan.
OJK menjelaskan bahwa floating coupon bonds memiliki tingkat kupon yang ditentukan berdasarkan suatu acuan tertentu. ([sikapiuangmu.ojk.go.id](https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/images/FileDownload/203_3%20Pasar%20Modal-compressed.pdf?utm_source=chatgpt.com))
Zero Coupon Bond
Zero coupon bond adalah obligasi yang tidak melakukan pembayaran kupon secara berkala. Pembayaran pokok dan hasil investasi mengikuti struktur penerbitannya dan umumnya diselesaikan pada saat jatuh tempo.
Salah satu karakteristik zero coupon bond adalah obligasi dapat diterbitkan atau diperjualbelikan dengan harga di bawah nilai nominal sehingga investor memperoleh keuntungan dari selisih nilai sesuai ketentuan instrumen tersebut.
Jenis Obligasi Berdasarkan Peringkat
Peringkat obligasi memberikan gambaran mengenai kualitas kredit atau kemampuan penerbit dalam memenuhi kewajibannya berdasarkan metodologi lembaga pemeringkat.
Investment Grade
Investment grade merupakan kelompok obligasi yang mempunyai peringkat kredit relatif baik berdasarkan standar lembaga pemeringkat yang digunakan.
Peringkat tersebut bukan jaminan bahwa investor pasti memperoleh keuntungan atau terbebas dari risiko. Kondisi penerbit dan kondisi pasar tetap dapat berubah.
Non-Investment Grade
Non-investment grade atau sering disebut high yield bond/junk bond merupakan obligasi dengan peringkat di bawah kategori investment grade.
Karena mempunyai kualitas kredit yang lebih rendah berdasarkan pemeringkatan, instrumen dalam kategori ini dapat menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi sebagai kompensasi terhadap risiko kredit yang lebih besar.
OJK memasukkan investment grade dan non-investment grade sebagai klasifikasi obligasi berdasarkan peringkat. ([ojk.go.id](https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Documents/Pages/Buku-Saku-Pasar-Modal/BUKU%20SAKU%20PSR%20MODAL%20OJK%202023.pdf?utm_source=chatgpt.com))
Jenis Obligasi Berdasarkan Konvertibilitas
Konvertibilitas berkaitan dengan ada atau tidaknya hak atau kewajiban untuk mengubah obligasi menjadi instrumen lain, terutama saham.
Obligasi Konversi
Obligasi konversi adalah obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengonversikan obligasinya menjadi sejumlah saham penerbit sesuai syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Fitur konversi tersebut membedakan obligasi konversi dari obligasi biasa yang tidak mempunyai hak konversi ke saham.
Obligasi Wajib Konversi
Obligasi wajib konversi merupakan instrumen yang mempunyai ketentuan bahwa obligasi akan dikonversikan menjadi saham sesuai mekanisme dan persyaratan yang telah ditentukan.
Perbedaan utama dengan obligasi konversi biasa terletak pada sifat hak atau kewajiban konversinya.
Exchangeable Bond
Exchangeable bond merupakan obligasi yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menukarkan obligasi dengan saham perusahaan tertentu sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
OJK membedakan obligasi dengan hak konversi dan exchangeable bond dalam klasifikasi berdasarkan hak penukaran atau opsi. ([sikapiuangmu.ojk.go.id](https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/images/FileDownload/203_3%20Pasar%20Modal-compressed.pdf?utm_source=chatgpt.com))
Jenis Obligasi Berdasarkan Jaminan
Obligasi juga dapat dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya jaminan tertentu.
Secured Bond
Secured bond merupakan obligasi yang mempunyai jaminan sesuai dengan ketentuan penerbitannya. Jaminan dapat memberikan perlindungan tambahan bagi pemegang obligasi dalam kondisi tertentu.
Namun, keberadaan jaminan tidak berarti risiko investasi menjadi nol. Investor tetap perlu memahami jenis, nilai, dan ketentuan jaminan yang melekat pada instrumen.
Unsecured Bond
Unsecured bond merupakan obligasi yang tidak mempunyai jaminan khusus berupa aset tertentu sebagaimana secured bond.
Dalam klasifikasi OJK, obligasi tanpa jaminan dapat mencakup obligasi subordinasi yang memiliki kedudukan pembayaran tertentu sesuai ketentuan penerbitannya. ([ojk.go.id](https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Documents/Pages/Buku-Saku-Pasar-Modal/BUKU%20SAKU%20PSR%20MODAL%20OJK%202023.pdf?utm_source=chatgpt.com))
Jenis Obligasi Berdasarkan Prinsip Syariah
Dalam pasar modal Indonesia terdapat pula instrumen syariah yang dikenal sebagai sukuk. Sukuk mempunyai struktur dan akad yang mengikuti prinsip syariah sehingga karakteristiknya berbeda dari obligasi konvensional.
Dalam edukasi pasar modal, OJK menjelaskan antara lain sukuk dengan akad mudharabah dan ijarah. Struktur imbal hasil dan hubungan hukum instrumen tersebut mengikuti akad yang digunakan.
Karena pembahasan sukuk mempunyai karakteristik tersendiri, artikel ini hanya memperkenalkannya secara singkat dan tidak menyamakan sukuk dengan obligasi konvensional.
Perbedaan Jenis-Jenis Obligasi
| Dasar Klasifikasi | Jenis | Karakteristik Utama |
|---|---|---|
| Penerbit | Pemerintah | Diterbitkan pemerintah |
| Penerbit | Korporasi | Diterbitkan perusahaan |
| Kupon | Fixed Rate | Kupon tetap |
| Kupon | Floating Rate | Kupon berdasarkan acuan tertentu |
| Kupon | Zero Coupon | Tidak membayar kupon secara berkala |
| Peringkat | Investment Grade | Peringkat relatif baik |
| Peringkat | Non-Investment Grade | Peringkat di bawah investment grade |
| Konvertibilitas | Convertible | Dapat dikonversikan menjadi saham sesuai ketentuan |
| Jaminan | Secured | Memiliki jaminan sesuai penerbitan |
| Jaminan | Unsecured | Tidak memiliki jaminan khusus |
Risiko Investasi Obligasi
Memahami jenis obligasi juga harus disertai pemahaman mengenai risikonya. Obligasi bukan instrumen yang bebas risiko.
Risiko Kredit atau Gagal Bayar
Risiko kredit terjadi apabila penerbit mengalami kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran kupon atau pokok sesuai ketentuan.
Risiko Suku Bunga
Perubahan suku bunga pasar dapat memengaruhi harga obligasi di pasar sekunder. Dampaknya dapat berbeda tergantung karakteristik obligasi dan kondisi pasar.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas muncul ketika obligasi sulit diperjualbelikan pada harga yang diharapkan karena aktivitas perdagangan yang terbatas.
Risiko Capital Loss
Investor yang menjual obligasi sebelum jatuh tempo dapat mengalami capital loss apabila harga jual berada di bawah harga belinya, setelah memperhitungkan biaya transaksi.
OJK mencantumkan antara lain capital loss, risiko likuiditas, dan risiko kebangkrutan sebagai risiko investasi obligasi. ([ojk.go.id](https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/images/FileDownload/560_Buku%20Saku%20Pasar%20Modal_compressed.pdf?utm_source=chatgpt.com))
Cara Memahami Jenis Obligasi
Agar tidak keliru ketika membaca informasi suatu obligasi, perhatikan beberapa hal berikut:
- Penerbit: periksa apakah obligasi diterbitkan pemerintah atau korporasi.
- Kupon: lihat apakah kupon bersifat tetap, mengambang, atau tidak dibayarkan secara berkala.
- Jatuh tempo: perhatikan kapan pokok obligasi akan dibayarkan sesuai ketentuan.
- Peringkat: periksa peringkat kredit jika tersedia.
- Konversi: lihat apakah terdapat hak atau kewajiban konversi.
- Jaminan: periksa apakah terdapat jaminan khusus dan bagaimana ketentuannya.
- Dokumen penerbitan: gunakan informasi resmi yang diterbitkan oleh penerbit dan otoritas terkait.
Dengan memahami karakteristik tersebut, investor dapat membedakan satu obligasi dengan obligasi lainnya secara lebih objektif.
Kesimpulan
Jenis-jenis obligasi dapat dibedakan berdasarkan berbagai dasar klasifikasi. Berdasarkan penerbit, terdapat obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. Berdasarkan kupon, terdapat fixed rate, floating rate, dan zero coupon bond.
Obligasi juga dapat dibedakan berdasarkan peringkat, konvertibilitas, dan jaminannya. Selain itu, pasar modal Indonesia mengenal instrumen syariah seperti sukuk dengan karakteristik dan akad yang berbeda dari obligasi konvensional.
Memahami klasifikasi obligasi membantu pembaca mengetahui karakteristik suatu instrumen sebelum mempelajari lebih jauh mengenai keuntungan, risiko, harga, kupon, dan mekanisme perdagangannya.
Untuk memahami hubungan antara saham dan obligasi secara lebih lengkap, baca kembali artikel pengertian saham dan obligasi menurut para ahli.