Obesitas Sentral: Pengertian, Batas Lingkar Perut dan Risikonya

Advertisement

Obesitas sentral adalah kondisi ketika terjadi penumpukan lemak berlebihan di sekitar perut atau abdomen. Kondisi ini berbeda dari sekadar melihat berat badan atau bentuk tubuh karena ukuran lingkar perut dapat memberikan gambaran mengenai penumpukan lemak di bagian perut.

Di Indonesia, obesitas sentral umumnya dinilai melalui pengukuran lingkar perut. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, batas obesitas sentral adalah lingkar perut lebih dari 90 cm pada laki-laki dan lebih dari 80 cm pada perempuan untuk penduduk usia 15 tahun ke atas.

Karena itu, seseorang tidak sebaiknya menilai kondisi berat badannya hanya dari penampilan. Pengukuran lingkar perut dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengetahui apakah terdapat penumpukan lemak abdominal yang perlu diperhatikan.

Artikel ini membahas pengertian obesitas sentral, penyebabnya, cara mengukur lingkar perut, batas ukurannya, hubungannya dengan lemak visceral, risiko kesehatan, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risikonya.

Ringkasnya: obesitas sentral berkaitan dengan penumpukan lemak berlebih di area perut. Di Indonesia, batas yang digunakan adalah lingkar perut >90 cm pada laki-laki dan >80 cm pada perempuan usia ≥15 tahun. Hasil pengukuran bukan diagnosis penyakit, tetapi dapat menjadi tanda untuk memperhatikan kesehatan dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut bila diperlukan.

Apa Itu Obesitas Sentral?

Obesitas sentral disebut juga obesitas abdominal, yaitu kondisi ketika lemak berlebih terkumpul di daerah abdomen atau perut.

Berbeda dengan pengukuran berat badan yang menggambarkan massa tubuh secara keseluruhan, pengukuran lingkar perut memberikan informasi tambahan mengenai ukuran area perut. Karena itu, ukuran lingkar perut sering digunakan bersama dengan pengukuran lain seperti berat badan, tinggi badan dan Indeks Massa Tubuh (IMT).

Kementerian Kesehatan RI menggunakan lingkar perut sebagai salah satu indikator untuk mengidentifikasi obesitas sentral. Dalam SKI 2023, obesitas sentral didefinisikan berdasarkan lingkar perut lebih dari 90 cm pada laki-laki dan lebih dari 80 cm pada perempuan usia 15 tahun ke atas.

Dengan demikian, obesitas sentral tidak hanya berkaitan dengan seberapa berat seseorang, tetapi juga dengan bagaimana lemak terkumpul di tubuh, khususnya di daerah perut.

Jika ingin memahami gambaran obesitas secara lebih lengkap, termasuk pengertian, penyebab, ciri, jenis dan cara mengukurnya, baca juga pengertian obesitas, penyebab, ciri, jenis dan cara mengukurnya.

Apa Penyebab Obesitas Sentral?

Penumpukan lemak di perut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Obesitas pada dasarnya merupakan kondisi yang kompleks dan tidak disebabkan oleh satu faktor saja.

Beberapa kebiasaan dan kondisi yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan lemak abdominal antara lain:

  • Pola makan berlebihan, terutama jika asupan energi secara konsisten lebih tinggi daripada kebutuhan tubuh.
  • Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi energi, terutama makanan dan minuman yang tinggi gula atau lemak.
  • Kurangnya aktivitas fisik, sehingga pengeluaran energi menjadi lebih rendah.
  • Kurang tidur atau pola tidur yang tidak teratur, yang dapat berkaitan dengan perubahan perilaku makan dan gaya hidup.
  • Stres dan faktor perilaku, yang pada sebagian orang dapat memengaruhi pola makan dan aktivitas.
  • Faktor genetik dan biologis, yang turut memengaruhi kecenderungan seseorang mengalami obesitas.
  • Lingkungan dan akses terhadap makanan sehat, yang dapat memengaruhi pilihan makanan serta aktivitas sehari-hari.

Karena penyebabnya kompleks, mengurangi lingkar perut tidak selalu cukup dilakukan dengan menghilangkan satu jenis makanan. Perubahan pola makan, aktivitas fisik, tidur dan kebiasaan sehari-hari perlu dipertimbangkan secara menyeluruh.

Bagaimana Cara Mengukur Lingkar Perut?

Mengukur lingkar perut sebenarnya cukup sederhana jika dilakukan dengan cara yang konsisten. Pengukuran dapat menggunakan pita ukur yang tidak elastis.

Secara umum, langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan pita ukur yang tidak elastis.
  2. Berdiri tegak dengan posisi tubuh rileks.
  3. Letakkan pita ukur mengelilingi bagian perut pada titik pengukuran yang sesuai.
  4. Pastikan pita ukur tidak terlalu longgar maupun terlalu menekan kulit.
  5. Lakukan pengukuran dan catat hasilnya dalam satuan sentimeter.

Dalam petunjuk teknis Kementerian Kesehatan, pengukuran lingkar perut dilakukan menggunakan pita pengukur yang tidak elastis dan dilingkarkan pada titik tengah antara tulang rusuk paling bawah dengan ujung lengkung tulang pangkal paha atau panggul.

Yang penting bukan hanya angka yang diperoleh, tetapi juga konsistensi lokasi dan cara pengukuran. Jika pengukuran dilakukan pada lokasi berbeda setiap kali, hasilnya dapat sulit dibandingkan.

Berapa Batas Lingkar Perut untuk Obesitas Sentral?

Batas lingkar perut yang digunakan dalam pemantauan kesehatan di Indonesia berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Jenis Kelamin Lingkar Perut Interpretasi
Laki-laki ≤ 90 cm Belum melewati batas obesitas sentral
Laki-laki > 90 cm Obesitas sentral
Perempuan ≤ 80 cm Belum melewati batas obesitas sentral
Perempuan > 80 cm Obesitas sentral

Batas tersebut digunakan oleh Kementerian Kesehatan untuk indikator obesitas sentral pada penduduk usia 15 tahun ke atas.

Contohnya, jika hasil pengukuran lingkar perut seorang laki-laki adalah 92 cm, maka hasil tersebut sudah melewati batas 90 cm. Sementara itu, perempuan dengan lingkar perut 82 cm sudah melewati batas 80 cm.

Namun, hasil tersebut sebaiknya dipahami sebagai indikator skrining, bukan sebagai diagnosis lengkap mengenai kondisi kesehatan seseorang.

Apakah Lingkar Perut Sama dengan Lemak Visceral?

Lingkar perut dan lemak visceral berkaitan, tetapi keduanya bukan hal yang sama.

Lemak visceral adalah lemak yang berada lebih dalam di rongga perut dan mengelilingi organ-organ internal. Sementara itu, ukuran lingkar perut merupakan pengukuran dari luar tubuh yang digunakan sebagai indikator untuk memperkirakan penumpukan lemak di area abdomen.

Karena pengukuran lingkar perut relatif mudah dilakukan, indikator ini banyak digunakan dalam pemeriksaan kesehatan. Namun, ukuran lingkar perut tidak dapat menunjukkan secara langsung berapa banyak lemak visceral yang terdapat di dalam tubuh.

Dengan kata lain, seseorang tidak dapat mengetahui jumlah lemak visceral secara pasti hanya dengan menggunakan pita ukur.

Apakah Obesitas Sentral Bisa Terjadi pada Orang yang Tidak Terlihat Gemuk?

Ukuran tubuh dari luar tidak selalu memberikan gambaran lengkap mengenai distribusi lemak tubuh. Karena itu, penilaian kesehatan sebaiknya tidak hanya mengandalkan penampilan.

Pengukuran lingkar perut menjadi salah satu alasan mengapa pemeriksaan antropometri dapat memberikan informasi tambahan selain berat badan dan tinggi badan.

Demikian pula, IMT memiliki keterbatasan karena tidak secara langsung mengukur persentase lemak tubuh atau lokasi penumpukannya. Karena itu, tenaga kesehatan dapat menggunakan beberapa indikator secara bersamaan sesuai kebutuhan.

Untuk mempelajari cara menghitung IMT secara mandiri, Anda dapat membaca panduan cara menghitung IMT (BMI) dengan rumus dan contoh perhitungannya.

Apa Risiko Obesitas Sentral bagi Kesehatan?

Penumpukan lemak berlebih, terutama di area abdomen, berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan. Karena itu, obesitas sentral perlu diperhatikan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit tidak menular.

Obesitas secara umum diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit seperti penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, osteoartritis dan beberapa jenis kanker.

Obesitas sentral juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam kaitannya dengan gangguan metabolik. Namun, memiliki lingkar perut di atas batas tertentu tidak otomatis berarti seseorang sudah mengalami penyakit tertentu.

Risiko kesehatan seseorang tetap perlu dinilai dengan mempertimbangkan berbagai faktor, misalnya tekanan darah, kadar gula darah, profil lipid, kebiasaan aktivitas fisik, pola makan, usia dan kondisi kesehatan lainnya.

Karena itu, pengukuran lingkar perut sebaiknya dipandang sebagai alarm untuk lebih memperhatikan kesehatan, bukan sebagai dasar untuk mendiagnosis penyakit secara mandiri.

Pembahasan lebih lengkap mengenai berbagai konsekuensi obesitas dapat dibaca pada artikel dampak obesitas bagi kesehatan dan risiko penyakit.

Perbedaan Obesitas Umum dan Obesitas Sentral

Obesitas umum dan obesitas sentral sama-sama berkaitan dengan kelebihan lemak tubuh, tetapi indikator yang digunakan berbeda.

Aspek Obesitas Umum Obesitas Sentral
Fokus Berat badan relatif terhadap tinggi badan Penumpukan lemak di area perut
Indikator sederhana IMT Lingkar perut
Satuan kg/m² cm
Informasi yang diberikan Gambaran ukuran tubuh berdasarkan berat dan tinggi Gambaran penumpukan lemak di area abdomen

Keduanya dapat digunakan secara saling melengkapi. WHO juga menjelaskan bahwa IMT merupakan indikator tidak langsung dari kegemukan dan pengukuran tambahan seperti lingkar perut dapat membantu memberikan informasi lebih lanjut.

Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Obesitas Sentral?

Mengurangi risiko penumpukan lemak di perut pada dasarnya merupakan bagian dari penerapan gaya hidup sehat secara keseluruhan.

1. Perhatikan pola makan

Pilih makanan dengan komposisi yang lebih seimbang dan perhatikan jumlah asupan energi. Sayuran, buah, sumber protein dan makanan pokok dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam.

Batasi kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula, lemak dan energi secara berlebihan.

2. Tingkatkan aktivitas fisik

Aktivitas fisik membantu meningkatkan pengeluaran energi dan mendukung kebugaran. Pilih aktivitas yang realistis dan dapat dilakukan secara konsisten, seperti berjalan kaki, bersepeda, olahraga ringan atau aktivitas fisik lainnya sesuai kemampuan.

3. Kurangi kebiasaan terlalu lama duduk

Jika pekerjaan atau aktivitas sehari-hari banyak dilakukan sambil duduk, usahakan memberikan jeda untuk berdiri dan bergerak secara berkala.

4. Jaga pola tidur

Tidur yang cukup dan teratur merupakan bagian dari gaya hidup sehat. Kebiasaan tidur yang buruk dapat berjalan bersama dengan pola makan dan aktivitas yang kurang sehat.

5. Pantau berat badan dan lingkar perut

Pemantauan secara berkala dapat membantu seseorang menyadari perubahan kondisi tubuh lebih awal. Pengukuran sebaiknya dilakukan dengan metode yang konsisten agar perubahan dari waktu ke waktu lebih mudah dibandingkan.

6. Hindari target penurunan berat badan yang ekstrem

Perubahan pola hidup sebaiknya dilakukan secara bertahap dan realistis. Diet yang sangat ketat tanpa pengawasan tenaga kesehatan bukan pilihan yang tepat bagi semua orang.

Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri?

Jika hasil pengukuran lingkar perut sudah melewati batas obesitas sentral, hal tersebut dapat menjadi alasan untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan mempertimbangkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Pemeriksaan menjadi semakin penting jika terdapat faktor risiko lain, seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang meningkat, gangguan kolesterol, riwayat keluarga penyakit tertentu, atau keluhan kesehatan lainnya.

Tenaga kesehatan dapat melakukan penilaian yang lebih menyeluruh dan menentukan pemeriksaan yang sesuai. Jangan menggunakan satu angka lingkar perut untuk membuat diagnosis sendiri.

Apakah Obesitas Sentral Sama dengan Perut Buncit?

Tidak selalu. Istilah perut buncit lebih banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan bentuk perut yang menonjol, sedangkan obesitas sentral merupakan istilah kesehatan yang dinilai menggunakan indikator tertentu, salah satunya lingkar perut.

Karena itu, bentuk perut saja tidak cukup untuk menentukan apakah seseorang mengalami obesitas sentral. Pengukuran yang tepat lebih informatif daripada sekadar melihat penampilan.

FAQ tentang Obesitas Sentral

Berapa lingkar perut yang termasuk obesitas sentral?

Menurut indikator yang digunakan Kementerian Kesehatan dalam SKI 2023, obesitas sentral pada penduduk usia 15 tahun ke atas ditandai dengan lingkar perut lebih dari 90 cm pada laki-laki dan lebih dari 80 cm pada perempuan.

Apakah lingkar perut 90 cm pada laki-laki sudah termasuk obesitas sentral?

Dalam batas yang digunakan Kemenkes, kategorinya adalah lebih dari 90 cm. Jadi angka tepat 90 cm tidak melewati batas tersebut, sedangkan 90,1 cm sudah melewatinya.

Apakah lingkar perut 80 cm pada perempuan termasuk obesitas sentral?

Batas yang digunakan adalah lebih dari 80 cm. Dengan demikian, angka tepat 80 cm belum melewati batas, sedangkan hasil di atas 80 cm sudah termasuk indikator obesitas sentral.

Apakah orang kurus bisa mengalami obesitas sentral?

Distribusi lemak tubuh tidak dapat diketahui hanya dari penampilan. Karena itu, pengukuran lingkar perut dapat memberikan informasi tambahan selain berat badan dan IMT.

Apakah obesitas sentral bisa dihilangkan?

Risiko penumpukan lemak berlebih dapat dikurangi melalui perubahan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, tidur yang cukup dan kebiasaan hidup sehat. Bagi seseorang yang memiliki obesitas atau kondisi kesehatan tertentu, strategi pengelolaan berat badan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan dapat dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Apakah lingkar perut lebih penting daripada IMT?

Keduanya memberikan informasi yang berbeda. IMT menggambarkan hubungan berat badan dengan tinggi badan, sedangkan lingkar perut memberikan informasi mengenai ukuran area abdomen. Karena itu, keduanya dapat digunakan sebagai indikator yang saling melengkapi.

Kesimpulan

Obesitas sentral adalah penumpukan lemak berlebih di area perut atau abdomen yang dapat dinilai salah satunya melalui pengukuran lingkar perut.

Di Indonesia, batas obesitas sentral yang digunakan dalam SKI 2023 adalah lingkar perut >90 cm pada laki-laki dan >80 cm pada perempuan usia 15 tahun ke atas.

Lingkar perut bukan satu-satunya indikator kesehatan. Hasil pengukuran perlu dipahami bersama faktor lain seperti IMT, tekanan darah, kadar gula darah, profil lipid, aktivitas fisik, pola makan dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Jika hasil pengukuran sudah melewati batas atau terdapat faktor risiko kesehatan lainnya, pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan dapat membantu memberikan penilaian yang lebih tepat.

Catatan kesehatan: Artikel ini ditujukan sebagai informasi umum dan bukan pengganti diagnosis, pemeriksaan atau saran medis dari tenaga kesehatan. Jika memiliki keluhan atau faktor risiko tertentu, konsultasikan kondisi Anda kepada dokter atau tenaga kesehatan.

Sumber Referensi

  • Kementerian Kesehatan RI — Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
  • Kementerian Kesehatan RI — informasi dan pedoman mengenai obesitas serta pengukuran lingkar perut.
  • World Health Organization (WHO) — Obesity and overweight.
Advertisement
Advertisement