Bentuk-Bentuk Komunikasi


Klasifikasi bentuk-bentuk komunikasi di kalangan para pakar berbeda-beda satu sama lain karena sudut pandang masing-masing pakar menurut pengalaman dan disiplin ilmunya. Berikut ini akan diuraikan empat bentuk komunikasi berdasarakan tipe komunikasi yang dibagi menurut Cangara (2007:30) yakni:
komunikasi dengan diri sendiri, komunikasi antarpribadi, komunikasi publik, dan komunikasi massa.
 

1. Komunikasi Dengan Diri Sendiri (intrapersonal communication) 

Bentuk-Bentuk Komunikasi Bentuk komunikasi dengan diri sendiri adalah proses komunikasi yang terjadi dalam diri individu, atau dengan kata lain proses berkomunikasi dengan diri sendiri. Terjadinya proses disini karena adanya seseorang yang memberi arti terhadap suatu objek yang diamatinya atau terbesit dalam pikiranya. Objek dalam hal ini bisa saja dalam bentuk benda, kejadian alam, peristiwa, pengalaman, fakta yang mengandung arti bagi manusia, baik yang terjadi di luar maupun di dalam diri seseorang (Cangara, 2007:30).

Mampu berdialog dengan diri sendiri berarti mampu mengenal diri sendiri. Dengan berkomunikasi dengan diri sendiri sehingga dapat berfungsi secara bebas di masyarakat. Belajar mengenal diri sendiri berarti belajar bagaimana kita berfikir dan berasa dan bagaimana kita mengamati, menginterprestasikan dan mereaksi lingkungan kita. Sebab itu untuk mengenal diri pribadi, kita harus memahami komunikasi intrapribadi.
 

Melalui komunikasi intrapribadi kita berbicara dengan diri sendiri, mengenal diri sendiri, mengevaluasi diri sendiri tentang ini dan itu, mempertimbangkankeputusan-keputusan yang akan diambil dan menyiapakan pesan-pesan yang akan kita sampaikan kepada orang lain.

2. Komunikasi Antarpribadi (interpersonal communication)
 

Joseph A. Devito (Effendy, 2003:60) mendefinisikan komunikasi antarpribadi sebagai the process of sending and receiving messages between two persons, or among a small group of persons, with some effect and some immediate feedback (yakni, proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang, atau diantara sekelompok kecil orang-orang dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik cepat).

Berdasarkan definisi Devito itu, komunikasi antarpribadi dapat berlangsung antara dua orang seperti suami istri yang sedang bercakap-cakap, atau antara dua orang dalam suatu pertemuan, misalnya antara penyaji makalah dengan seorang peserta seminar.

Dibandingkan bentuk-bentuk  komunikasi lainnya, komunikasi antarpribadi dinilai paling efektif dalam mengubah sikap, kepercayaan, opini, dan perilaku komunikan karena efek atau timbal balik yang ditimbulkan dari proses komunikasi tersebut dapatlangsung dirasakan. Hal ini dikarenakan komunikasi antarpribadi umumnya berlangsung tatap muka. Secara teoritis komunikasi antarpribadi diklasifikasikan menjadi dua jenis menurut sifatnya yaitu :

  • Komunikasi diadik (dyadic communication); yaitu komunikasi antapribadi yang berlangsung antara dua orang secara tatap muka misalnya dialog, atau wawancara.
  • Komunikasi triadik (triadic communication) ; yaitu komunikasi antarpribadi yang pelaku komunikasinya terdiri dari tiga orang, yaitu seorang komunikator dan dua orang komunikan.
Apabila dibandingkan dengan komunikasi diadik, maka komunikasi diadik lebih efektif, kerana komunikator memusatkan perhatianya kepada seorang komunikan sepenuhnya, sehingga ia dapat menguasai frame of refrence komunikan sepenuhnya, juga umpan balik yang berlangsung, kedua faktor yang sangat berpengaruh terhadap efektif tidaknya proses komunikasi.

3. Komunikasi Publik (public communication)

Komunikasi publik merupakan suatu proses komunikasi dimana pesan-pesan disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di depan khalayak yang lebih besar. Dalam bentuk komunikasi publik, penyampaian pesan berlangsung secara kontinu. Dapat diidentifikasikan siapa yang berbicara (sumber) dan siapa pendengarnya. Interaksi antara sumber dan penerima sangat terbatas, sehingga tanggapan balik juga terbatas. Hal ini disebabkan karena waktu yang digunakan sangat terbatas, dan jumlah khalayak relative besar. Sumber sering kali tidak dapat mengidentifikasikan satu per satu pendengarannya.

Pesan yang disampaikan dalam komunikasi publik tidak berlangsung secara spontanitas, tetapi terencana dan dipersiapkan lebih awal. Bentuk komunikasi publik biasanya ditemui dalam berbagai aktivitas seperti kuliah umum, khotbah, rapat akbar, pengarahan, ceramah, dan semacamnya.

4. Komunikasi Massa (mass communication)

Komunikasi massa adalah komunikasi yang dilakukan melalui media massa modern, yang meliputi surat kabar yang mempunyai sirkulasi yang luas, siaran radio dan televisi yang ditunjukan kepada umum, dan film yang dipertunjukkan di gedung-gedung bioskop. Dalam bentuk komunikasi ini, lazimnya media massa modern menunjukkan seluruh sistem dimana pesan-pesan diproduksikan, dipilih, disiarkan, diterima, dan ditanggapi. Seorang komunikator yang menyampaikan pesan kepada ribuan pribadi yang berbeda pada saat yang sama, tidak akan bisa menyesuaikan harapanya untuk memperoleh tanggapan mereka secara pribadi. Suatu pendekatan yang bisa merenggangkan kelompok lainya. Komunikasi massa menyiarkan informasi, gagasan dan sikap kepada komunikan yang beragam dalam jumlah yang banyak dengan menggunakan media.Melakukan kegiatan komunikasi massa jauh lebih sukar daripada komunikasi antarpribadi. 



Demikian keempat bentuk-bentuk komunikasi yang dapat diuraikan. Baca juga pengertian komunikasi menurut para ahli untuk memperdalam pemahaman tentang komunikasi. 

.
.